Rakerda Dekranasda, Gubernur Dorong Pengembangan Kampung Tenun – Kendari Pos
Metro Kendari

Rakerda Dekranasda, Gubernur Dorong Pengembangan Kampung Tenun

KENDARIPOIS.CO.ID — Produk tenun Sultra kini mulai dilirik. Di beberapa event nasional baik pameran kebudayaaan dan peragaan busana, tenun Sultra bisa dikreasikan sehingga telihat lebih kekinian. Untuk itulah, Gubernur Sultra, Ali Mazi mendorong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) terus melakukan pembinaan dan pengembangan kampung-kampung tenun di Sultra. Politisi Partai NasDem ini mengapresiasi kerja keras Dekranasda dalam mengangkat hasil karya dan kerajinan daerah. Namun ia tetap mengingatkan agar Dekranasda tetap melakukan evaluasi terhadap program semester lalu. Upaya ini tak lain untuk memaksimalkan program kerja.

“Saya siap mensupport penuh. Petakan program-program handal dan kreatif di masa yang akan datang. Di Rakerda ini, kita bisa melihat program yang tercapai. Tapi harus tetap dilakukan evaluasi sebagai bagian pembelajaran,” kata Ali Mazi saat membuka Rakerda Dekranasda Sultra di Swiss belhotel Kendari, Kamis (12/3). Secara khusus, gubernur meminta kampung tenun berbasis kerajinan tangan harus terus dikembangkan. Ia pun menantang Dekranasda menyusun program kerja yang lebih kreatif untuk pengembangan kampung tenun. Tujuannya, agar kualitas hasil karya kerajinan tangan dapat bersaing di level nasional dan internasional. Apalagi Sultra memiliki kekayaan warisan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan.

Ketua Dekranasda Sultra, Agista Ariany saat acara Rakerda

“Jika target tercapai, tentunya akan memberikan devisa bagi daerah. Selain itu, warisan budaya kita akan menjadi buah bibir masyarakat dunia sehingga bisa menarik wisatawan dan pebisnis dari berbagai negara,” ujarnya. Ketua Dekranasda Sultra, Agista Ariany mengatakan terus berupaya menjadikan kerajinan khas daerah sebagai produk unggulan yang di cintai masyarakat. Olehnya itu, Dekranasda terus berkontribusi dalam upaya meningkatkan potensi pasar bagi para pengrajin di Sultra khususnya para UMKM.

Agista meminta Dekranasda Kabupaten dan Kota segera menetapkan sekurang-kurangnya satu desa di setiap daerah sebagai desa wisata berbasis kerajinan khususnya tenun. “Harapan kami agar masyarakat khususnya para pengrajin dapat memperoleh manfaat bagi peningkatan kesejahteraan. Ke depan ini akan terus menjadi fokus pengembangan sebab dengan begitu kita secara tidak langsung telah mengembangkan kearifan lokal kita,” terangnya.

Ia mengapresiasi kebijakan pemerintah dengan menetapkan penggunaan kain tenun pada hari kerja dan pelaksanaan even-event budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai solusi pemasaran bagi hasil-hasil kerajinan daerah. “Saya mengimbau kepada semua pihak dan seluruh masyarakat agar mencintai dan bangga menggunakan produk kerjainan daerah kita sehingga produk kerajinan khas Sultra dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ungkapnya. (b/m1/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy