Puluhan “Gepeng” di Kendari Kena Razia – Kendari Pos
Metro Kendari

Puluhan “Gepeng” di Kendari Kena Razia

Sejumlah anak jalanan diamankan personil Satpol PP yang dibantu kepolisian dalam razia Jumat (13/3).

KENDARIPOS.CO.ID — Salah satu kriteria mendapatkan predikat Kota Layak Huni (KLH) yakni suatu wilayah terbebas dari gelandangan dan pengemis alias Gepeng. Nah, sebagai upaya untuk meraih predikat itu, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Sosial menggelar razia gepeng dibeberapa titik jalan Kota, kemarin. Hasilnya, sebanyak 50 orang terjaring razia. Rinciannya, sebanyak 39 orang pengemis (anak-anak di bawah 17 tahun 10 orang dan 29 orang dewasa) dan 11 orang Manusia Lanjut Usia (Manula) yang berkeliaran di ruas jalan metro.

Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, H. Indra Muhammad mengatakan, razia kali ini melibatkan beberapa unsur, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2PA), Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) serta melibat jajaran Polres Kendari. “Kami gandeng beberapa unsur terkait untuk melakukan razia bersama. Kami lakukan ini untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Penertiban Anak Jalanan dan Pengemis,” jelasnya.

Bagi mereka yang terjaring razia, kata Indra, pihak langsung memberikan pendampingan untuk dilakukan asesmen perihal alasan utama mereka turun kejalan. “Kami langsung asesmen ditempat. Kita akan cari tahu alasan mereka turun di jalan itu apa. Ini kami lakukan supaya orang yang berlalu lintas itu aman dan tentunya untuk menyelamatkan jiwa mereka sendiri. Kami akan gali informasi mendalam dari mereka. Apakah mereka disuruh ngemis? Atau atas kemauan sendiri? Atau karena hal lain. Kami akan cari tahu,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga bakal melakukan pendataan kepada mereka yang dianggap tidak mampu untuk diberikan bantuan. “Mudahan-mudahan kalau susah diberi bantuan mereka tidsk turjn dijalan lagi. Tapi senelum itu, kita akan bina dulu. Bagi anak jalanan, kami panggil orang tuanya supaya datang langsung mengambil anaknya dan menandatangi pernyataan tidak akan turun dijalan lagi,” jelasnya.

Indra optimis Kota Kendari bisa meraih predikat KLH dan KLA (Kota Layak Anak) tahun ini. Itu tak lepas dari kerja keras pemerintah dalam mengedukasi gepeng untuk tidak kejalan lagi. “Upaya-upaya persuasif akan terus kami lakukan. Razia juga akan intens dilakukan demi kenyaman warga dan pengguna jalan di Kendari,” kata Indra.

Sementara itu, Iman (14) salah satu pengemis yang terjaring razia dikawasan pelataran Tugu Religi Kendari itu mengaku rela turun kejalan karena tidak punya uang untuk membeli makanan. “Saya disuruh mama minta uang sama orang lewat (mengemis) untuk beli makanan,” ucapnya.

Saat ditanya berapa penghasilannya dalam sehari, Iman mengaku tidak menentu. Bisanya kata dia, Rp 30 ribu, terkadang juga hanya Rp 20 ribu sehari. “Kalau saya dapat uangnya saya langsung kasih mama,” cetusnya. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy