Presiden Jokowi: Tangkap Penimbun Masker! – Kendari Pos
Nasional

Presiden Jokowi: Tangkap Penimbun Masker!

Presiden Jokowi


KENDARIPOS.CO.ID — Presiden Joko Widodo memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menangkap penimbun masker. Selain itu, pria yang akrab disapa Jokowi ini juga mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak memborong sembako di pasaran.

“Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum seperti ini dengan menimbun. Terutama masker dan menjualnya dengan harga yang sangat tinggi. Ini hati-hati perlu saya peringatkan,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).

Mantan gubernur DKI Jakarta ini menyatakan, sejauh ini pihak berwajib sudah menangani beberapa kasus penimbun masker. Dia menegaskan pemerintah tidak akan diam dengan fenomena seperti ini. “Ini sedang ditangani sebaik-baiknya oleh pemerintah dan pemerintah siap menjaga dan melindungi masyarakat dari kasus corona ini,” kata dia.

Dia juga meminta masyarakat tidak memborong kebutuhan sehari-hari dan sembako. Sebab, dengan begitu akan terjadi kelangkaan produk dan melahirkan potensi penimbunan barang. “Pemerintah menjamin ketersedian bahan pokok dan obat-obatan. Saya juga udah cek ke Bulog, Apindo, semuanya memberikan jaminan ketersediaan bahan pokok dan obat-obatan,” tegas Jokowi.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengingatkan para kepala daerah tidak membesar-besarkan kasus virus korona. Apalagi jika bersikap represif terhadap kasus yang terjadi, yang mengakibatkan kepanikan publik.

“Pemerintah jangan terlalu mendramatisir persoalan. Terutama pemerintah-pemerintah daerah itu, ada sesuatu yang belum jelas sudah konferensi pers korona,” kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (3/3).

Mahfud mengambil contoh kasus meninggalnya karyawan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) di Cianjur, Jawa Barat. Mulanya dikabarkan terinfeksi korona, namun setelah didalami, korban mengalami pembekakan jantung, hingga nyawanya tak terselamatkan. “Oleh sebab itu setiap daerah itu supaya membuat tenang, tidak membuat situasi seperti menakutkan,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan Menteri Kesehatan (Menkes), Mahfud mengatakan, lebih banyak korban meninggal akibat menderita flu biasa dibanding korona. Oleh karena itu, tidak perlu kasus korona didramatisir. Pemerintah pun telah sepakat agar informasi mengenai korona dilakukan secara terpusat di Kementerian Kesehatan. Sehingga pihak-pihak lain tidak perlu lagi mengeluarkan pernyataan sepihak. “Itu yang sifatnya politis bukan teknis penanganannya supaya berhati-hati memberi keterangan itu, jangan terkesan ingin mendramatisir, mencari panggung,” pungkas Mahfud. (tan/jpnn/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy