Positif Virus Korona di Indonesia Sudah 172 Pasien, Meninggal 7 Orang – Kendari Pos
Nasional

Positif Virus Korona di Indonesia Sudah 172 Pasien, Meninggal 7 Orang

KENDARIPOS.CO.ID — Kasus pasien positif virus Korona jenis baru atau Covid-19 di Indonesia terus bertambah setiap hari. Per hari Selasa (17/3), pasien virus korona yang positif bertambah lagi 38 kasus. Sehingga totalnya menjadi 172 kasus yang positif di Indonesia. Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan, 38 kasus baru tersebut didapatkan dari pelacakan kontak (contact tracing) pasien positif sebelumnya. Selain itu juga hasil pemeriksaan dari laboratorium di daerah.“Ada penambahan kasus dari tracing 12 kasus. Lalu dari pemeriksaan spesimen ada 20 kasus. Dan dari pemeriksaan oleh Universitas Airlangga 6 kasus (totalnya 38 kasus bertambah),” paparnya kepada wartawan, Selasa (17/3).

Yurianto menegaskan data itu diperoleh dari hasil pemeriksaan sampai Senin (16/3) sore. Dan sebaran paling banyak masih DKI Jakarta paling tinggi. “Penambahan terbanyak ada di DKI Jakarta. Lalu ada dari Jawa Timur. Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau,” tuturnya. Menurut Yurianto, semua pasien dipastikan dalam kondisi stabil. Dan beberapa pasien dilaporkan membaik. “Secara umum kondisi pasien yang dirawat sudah memabik. Masih ada beberapa lagi yang tinggal menunggu pemeriksaan kedua. Yang pertama sudah negatif. Maka tinggal tunggu yang sembuh lagi,” jelasnya.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19, Achmad Yurianto sebut ada 7 orang yang meninggal dunia karena virus korona.

Kasus kematian Covid-19 hingga saat ini sebanyak 5 orang. Dan kasus sembuh yakni 9 orang. Kemarin terakhir pasien 1, 2, dan 3 asal Depok sudah dipulangkan dan sudah dinyatakan sembuh. Pasien meninggal dunia akibat virus korona jenis baru atau Covid-19 di Indonesia bertambah. Jumlahnya menjadi 7 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19. Dalam konferensi pers pada Selasa (17/2), Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menyebut ada 172 pasien kasus positif, 9 sembuh, dan 5 meninggal dunia. Namun data itu tak cocok jika disamakan dengan keterangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menyebutkan ada tambahan warga Jawa Tengah 1 orang yang meninggal dunia per Selasa (17/3). Sedangkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mengumumkan ada 2 warganya meninggal dunia. Ketika JawaPos.com mengonfirmasi kepada Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto, ternyata benar ada ketidaksamaan data dengan yang disebutkannya sebelumnya. Dia menyebut total kasus meninggal ada 7 jiwa. “Iya memang beda. Karena waktu saya konferensi pers datanya belum masuk. Setelah saya konferensi pers setelah 30 menit, baru datanya masuk,” jelasnya melalui telepon, Selasa (17/3).

Yurianto menambahkan total kasus meninggal 7 jiwa itu ada tambahan dari Jawa Tengah 1 orang. Dan 1 lainnya masih harus dikonfirmasi kembali. “Ada 7. Satu tambahan dari Jawa Tengah dan 1 lagi nanti dicari lagi ya, saya masih di jalan,” jelasnya. Dalam laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Tengah, kembali mengonfirmasi satu kasus kematian karena Covid-19, Selasa (17/3). Pengumuman itu disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut 2 warganya menjadi bagian dari pasien meninggal dunia. Satu di antaranya adalah perawat. Dan pemerintah membenarkan dalam konferensi pers sebelumnya bahwa memang ada tenaga medis yang meninggal dunia. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy