Polisi Gerebek Gudang Masker dan Hand Sanitizer, Tiga Orang Ditangkap – Kendari Pos
Nasional

Polisi Gerebek Gudang Masker dan Hand Sanitizer, Tiga Orang Ditangkap

Polda Kepri menggerebek pabrik masker dan hand sanitizer ilegal di Batam


KENDARIPOS.CO.ID — Polda Kepulauan Riau (Kepri) melakukan penggerebekan terhadap sebuah gudang masker dan hand sanitizer tanpa izin di Kota Batam, Rabu (4/3). Gudang milik PT ESM itu terletak di Kompleks Inti Batam Business and Industrial Park Sei Panas.

Direktur Reskrimsus Polda Kepri Kombes Hanny Hidayat mengatakan, dalam penggerebekan itu mereka menangkap tiga orang. “Kami tangkap S selaku direktur, DD selaku general manager, dan H selaku komisaris. Mereka diamankan dari TKP (tempat kejadian perkara),” kata Hanny.

Perwira menengah ini menjelaskan, dari gudang penyimpanan stok barang, tim menemukan masker dan hand sanitizer dari berbagai merek. Barang-barang tersebut tidak termasuk dalam kelompok Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang memiliki izin penyaluran alat kesehatan. Polisi selanjutnya mengamankan barang bukti berupa masker merk Jackson Safety R10 N95 Dual Valve sebanyak 57 karton, masker merk Jackson Safety R10 N95 DBS sebanyak lima karton.

Kemudian, masker merk 3M sebanyak sembilan karton, masker merk Drager sebanyak 20 karton, dan masker merk Active Carbon Mask sebanyak 16 karton. “Selain itu, kami mengamankan barang bukti hand sanitizer merk Jhonson Professional sebanyak 60 karton atau setara dengan enam botol,” ungkap Hanny.

Menurut dia, penggerebekan ini dilakukan atas instruksi Kapolda Kepri Irjen Andap Budhi Revianto karena kelangkaan masker dan hand sanitizer di Kepri, setelah penemuan dua kasus WNI positif korona.

Atas perbuatannya, para tersangka akan diancam dengan Pasal 106 Undang-Undang (UU) RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 10 miliar. Kemudian, Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 1,5 miliar.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kesehatan untuk melakukan operasi pasar terkait melonjaknya harga masker.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan pihaknya telah menerima banyak pengaduan dari masyarakat sejak awal Februari lalu.”Memang polisi dan Kemendag harus membongkar dugaan penimbunan masker dan Kemendag plus Kemenkes harus operasi pasar masker,” katanya di Jakarta, Rabu (4/3).

Tulus menuturkan, pengaduan soal melonjaknya harga masker itu terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, terkait harga yang tinggi, dan kedua terkait pasokannya yang terbatas sehingga sulit didapat.
“Bahkan ada pengaduan dari pegawai klinik yang merasa keberatan dengan harga masker, sementara yang bersangkutan harus ganti masker dua kali dalam sehari,” katanya.

Kendati demikian, Tulus mengimbau masyarakat tak perlu melakukan pembelian berlebihan atau panic buying di tengah merebaknya virus corona (COVID-19).”Masyarakat tak perlu panic buying dengan masker karena masker bukan satu-satunya yang efektif untuk melindungi dari paparan virus corona,” ujarnya.

Sebelumnya, YLKI juga meminta produsen masker dan hand sanitizer tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan dan jangan mengeksploitasi masyarakat dengan harga yang gila-gilaan. YLKI juga meminta pemerintah agar kasus virus corona menjadi momentum untuk mengajak masyarakat melakukan tindakan promotif preventif, untuk mengutamakan hidup sehat. (cuy/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy