Polda Sultra Libatkan Tokoh Pemuda Redam Unjuk Rasa – Kendari Pos
Aneka

Polda Sultra Libatkan Tokoh Pemuda Redam Unjuk Rasa

KENDARIPOS.CO.ID — Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) punya strategi jitu dalam meredam aksi unjuk rasa. Salah satu cara cerdas itu adalah melalui diplomasi. Menggunakan cara ini, diperlukan sosok hebat yang mempunyai kapabilitas dan mampu dalam bidang tersebut. Tak kalah penting pula, juga harus memiliki pengaruh di tengah masyarakat.

Pelibatan tokoh pemuda dalam menangani unjuk rasa sudah dilakukan Polda Sultra. Lembaga yang dinakhodai Irjen Pol Merdisyam itu bekerja sama dengan salah satu tokoh pemuda Kota Kendari bernama LM Sumarlin. Tugasnya melakukan diplomasi dengan pengunjuk rasa. Kerja sama perdana sudah berjalan dengan baik. Terbukti, saat terjadi pemalangan mobil pengangkut material nikel yang dilakukan sekelompok orang di depan Rumah Sakit Umum Kota Kendari (RS Abunawas).

Ceritanya, mobil yang dipalang tersebut memulai star dari Desa Mandiodo, Kabupaten Konawe menuju PT. Tas di Desa Tondogeu Kecamatan Abeli Kota Kendari pada. Dalam perjalanan, ditahan oleh pengujuk rasa. Alasan pemalangan, diduga mobil pengakut ore nikel itu tidak mengantongi surat izin dari pemerintah.

Kasubdit 2 Dit Intelkam Polda Sultra, Kompol Rafiuddin, SH., M.Si mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan. Hasilnya, pihaknya menemukan pihak PT.Tas telah memiliki izin.

Jadi, mobil pengangkut material nikel tersebut boleh melewati jalur provinsi. Di satu sisi untuk meredam keadaan, maka yang tampil menenangkan para pengunjuk rasa adalah tokoh pemuda Kendari bernama L.M Sumarlin.

“Alhamndulillah dengan kecerdasan emosional dan kecakapan ilmu diplomasi yang dimiliki L.M Sumarlin, sehingga mampu meredam aksi unjuk rasa dengan sangat baik. Artinya pengaruh seorang tokoh dalam menyelesaikan masalah sosial begitu penting,” kata Rafiuddin, Minggu (29/3).

Kejadian itu, lanjut dia, awalnya gerakan yang dihelat pengunjuk rasa memancing adrenalin emosional. Namun karena kemampuan manajerial diplomasi L.M. Sumarlin, sehingga mampu meredam gerakan yang dibangun pengunjuk rasa.

“Ke depan, jika terjadi unjuk rasa, maka akan menggunakan cara diplomasi. Dengan taktik tersebut maka hal-hal yang dapat berakibat merugikan masyarakat dan pemerintah dapat dihindari,” tandasnya.

Rafiudin berharap, Kota Kendari dan wilayah Sultra secara umum terus aman dan damai. Meski ada unjuk rasa, diharapkan tetap mengedepankan aspek diplomasi dan komunikasi. (b/m6)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy