Polda, Dinkes, Apoteker, dan IDI Sultra Kompak Antisipasi Potensi Corona – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Polda, Dinkes, Apoteker, dan IDI Sultra Kompak Antisipasi Potensi Corona

Corona

KENDARIPOS.CO.ID — Virus Corona (Covid-19) masih nihil di Sultra. Kendati begitu, bukan berarti lengah dari potensi virus Corona. Apalagi Sultra ini menjadi tujuan TKA asal Cina. Sikap siaga akan setiap potensi selalu dilakukan. Sekecil apapun potensi itu.

Empat lembaga sepakat dan kompak melakukan langkah antisipatif. Sebagai awal, Polda Sultra, Dinas Kesehatan Sultra, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sultra, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sultra akan melakukan pengawasan. Misalnya, pengawasan terhadap pasien suspect corona yang sempat dirawat di ruang isolasi RS Bahteramas.

Memang hasil uji laboratorium menyatakan pasien suscpect itu negatif dari Corona namun pemantauan tetap dilakukan.

Plt. Kepala Dinkes Provinsi Sultra, dr.Andi Hasnah mengatakan, wabah Covid-19 memang sudah menjadi isu global. Bahkan di Indonesia sudah ditemukan 6 kasus positif. Berbeda halnya dengan di Sultra yang masih aman dari potensi Covid-19.

“Jadi masyarakat jangan panik. Antisipasi boleh tapi jangan berlebihan, sebab terkadang ketakutan itu yang membuat kita malah terserang penyakit-penyakit lain di luar corona. Yang bahkan bisa lebih mematikan,” ujarnya.

Dinkes Sultra selalu berkoordinasi dengan Dinkes di 17 kabupaten dan kota agar merujuk pasien ke RS Bahteramas jika kondisi pasien suspect menunjukkan gejala mirip Covid-19. “Kalaupun kasus itu baru ditemukan maka akan langsung dilakukan penyelidikan epidemiologi oleh Dinkes. Setelah itu, baru dilakukan uji lanjutan dengan membawa sampel ke pusat. Jika ada kasus ditemukan tanyakan kepada Dinkes Sultra sesegera mungkin,” pinta dr.Andi Hasnah.

Terkait antisipasi kekosongan masker dan antiseptik, Dinkes Sultra belum punya langkah khusus. “Kami sudah koordinasi dengan Menkes terkait alat pelindung untuk tenaga kesehatan. Tetapi masker dan antiseptik kami juga tidak bisa memaksakan diri karena ini menyangkut produksi. Produksi sudah sesuai namun karena kebutuhan yang tinggi. Sehingga stok masker kosong,”ungkapnya.

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Wilayah Sultra, Harmawati mengatakan stok masker saat ini memang sedang kosong. Jumlah masker dan antiseptik terbatas dari pabrikan, sehingga Sultra belum kebagian. Sebelumnya, IAI telah memberikan teguran pada apotek yang menjual masker di luar harga standar yang ditetapkan.

“Kami tetap mempersiapkan surat teguran kalau ada apotek menjual masker dengan harga tinggi. Tapi masalah masker ini bukan karena ditimbun tetapi kemungkinan bahan dasar pembuatan masker yang mulai menipis,”ucap Harmawati.

Sementara itu, Kabid Humas Polda, AKBP La Ode Proyek mengatakan Polda akan tetap melakukan pengawasan terhadap potensi penimbunan masker. Apalagi sejak 3 Maret lalu, Polda Sultra mendapat arahan dari pusat agar mengecek langsung ke lapangan terkait potensi-potensi penimbunan itu.

Polisi juga intens menyidak apotek-apotek di kabupaten dan kota di Sultra. Sejauh ini belum ditemukan indikasi penimbunan masker. “Pengecekan ini kami lakukan berdasarkan basis data. Jadi apa yang kita sampaikan hingga kini memang belum ada berdasarkan data lapangan. Kami akan terus lakukan penyelidikan untuk itu,”ungkap AKBP La Ode Proyek. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy