Pinjaman Pemkab Buton Rp.180 M Menanti Restu Mendagri – Kendari Pos
Buton

Pinjaman Pemkab Buton Rp.180 M Menanti Restu Mendagri

LA BAKRY
BUPATI BUTON

KENDARIPOS.CO.ID — Membangun daerah di tengah keterbatasan anggaran bukan perkara mudah. Kepala daerah menyiasatinya dengan mengajukan pinjaman daerah ke pemerintah pusat. Tapi untuk mendapat pinjaman daerah itu harus atas restu Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Pemkab Buton tak hanya menanti restu pinjaman daerah, tetapi juga menanti resti Mendagri Tito Karnavian terkait pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang rencananya direalisasikan mulai Maret ini.

Bupati Buton La Bakry mengatakan, jika disetujui pusat, maka dana pinjaman itu akan digunakan membangun infrastruktur jalan dan jembatan. “Kita usulkan Rp.180 miliar di Bank Sultra. Tapi masih menunggu restu pusat. Rencananya untuk membuat akses jalan khusus pertambangan,” kata La Bakry, kepada Kendari Pos, Jumat (6/3).

Selama ini kata dia, truk pengangkut material tambang melintasi jalan umum di wilayah ibu kota Pasarwajo. Untuk itu perlu ada jalan khusus tambang sehingga masyarakat bisa lebih nyaman berkendara di jalan umum. “Dari lokasi di Lawele sampai ke pengapalan dermaga Banabungi itu kan masuk kota. Kita berpikir itu dipindahkan saja, supaya jalan kawasan ibu kota terpisah dari akses aktivitas tambang itu,” paparnya.

Pasangan Wakil Bupati Buton, Iis Elianti itu optimistis usulan pinjaman daerah itu akan direstui pemerintah pusat. Sebab alokasi penggunaannya untuk pembanguan infrastruktur. “Pertimbangan pusat pasti melihat urgensi pinjaman itu apa ? Lalu bagaimana dengan kondisi fiskal kita?. Nah menurut Pemkab dan DPRD, kita sudah memenuhi unsur syarat pinjaman. Pasti disetujuilah. Tinggal pusat yang melihat. Mungkin hanya jumlahnya yang akan dikurangi,” jelas La Bakry.

Jika Pemkab Buton sedang mengajukan pinjaman Rp.180 miliar, lain halnya dengan Pemkab Muna yang telah melunasi seluruh pinjamannya sekira Rp.90 miliar kepada PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Angsuran terakhir senilai Rp.15,5 miliar baru saja dibayarkan pada 24 Februari 2020. Untuk kali pertama, Muna terbebas dari utang daerah setelah hampir dua dekade lamanya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kab. Muna, Amrin Fiini menyebut Pemkab telah menyelesaikan seluruh tagihan utang dari PT. SMI senilai Rp.91 miliar yang diangsur selama lima tahun terakhir.

Tagihan setiap tahunnya mencapai Rp.20 miliar lebih.Pelunasan dilakukan dua bulan lebih cepat dari jatuh tempo.
“Jatuh tempo Juli, tapi kita memilih diselesaikan 24 Februari. Karena lebih cepat maka ada dispensasi Rp200 juta,” ujar AMrin di ruang kerjanya, Jumat (6/3).

Utang daerah tersebut berawal sejak 2014 lalu. Saat itu, Pemkab Muna mengajukan pinjaman dana senilai Rp.91 miliar lebih kepada Pusat Investasi Pemerintah (PIP), sebuah badan layanan umum milik Kementerian Keuangan yang selanjutnya menjadi PT. Sarana Multi Infrastruktur. Utang itu digunakan untuk pembiayaan pembangunan RSUD Modern Raha. Amriin Fini mengatakan, ongkos pembayaran utang tersebut berasal dari dana alokasi umum daerah. “2021 APBD kita sudah sedikit leluasa dialokasikan ke infrastruktur,” ujarnya.

Status Kabupaten Muna pasca pelunasan tersebut menjadi bebas utang. Kondisi itu baru terjadi setelah kurang lebih tiga periode pemerintahan. Tradisi pengajuan pinjaman untuk membiayai pembangunan sudah dilakukan sejak era Bupati Ridwan Bae dan berlanjut hingga periode LM. Baharuddin memimpin Muna.

Rencana melakukan pinjaman kembali diajukan LM. Rusman Emba pada 2018 lalu namun tak jadi terealisasi. Pemkab saat ini belum berpikir mengajukan kembali pinjaman. “Sampai saat ini belum ada kebijakan baru. Kita berharap melalui APBN dulu,” pungkasnya. (lyn/ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy