Pilkada Muna 2020 : Rusman Cuti, Rajiun Mundur – Kendari Pos
Politik

Pilkada Muna 2020 : Rusman Cuti, Rajiun Mundur

KENDARIPOS.CO.ID — Pilkada Muna 2020 bakal diikuti dua kontestan dengan latar belakang Bupati aktif. LM. Rusman Emba sebagai Bupati Muna akan bertarung untuk periode keduanya sedangkan LM. Rajiun Tumada merupakan Bupati Muna Barat yang memutuskan ‘hijrah’ ke Muna. Keduanya akan menerima perlakuan berbeda berdasarkan undang-undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali kota.

Status petahana yang melekat pada LM. Rusman Emba punya konsekuensi tersendiri sesuai regulasi tersebut. Pasal 70 huruf a di aturan itu menyebutkan dalam Pilkada 2020, petahana hanya perlu mengajukan cuti selama masa kampanye. Sedangkan ketentuan selanjutnya di huruf b menyebutkan selama masa cuti tersebut maka tidak dibenarkan bagi petahana untuk menggunakan fasilitas negara dan perangkat keprotokoleran.

Tata cara pengajuan cuti tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 2018 tentang pejabat negara yang ikut Pemilu. Pasal 35 poin C menyebutkan, petahana wajib mengajukan cuti kepada Gubernur paling lama 12 hari sebelum masa kampanye dimulai. Sedangkan Gubernur punya waktu sampai H-4 kampanye untuk memberikan izin.

Dengan demikian, LM. Rusman Emba hanya akan menanggalkan jabatannya selama 71 hari sejak tanggal 11 Juli sampai 19 September. Rusman baru boleh kembali berkantor pada 20 September 2020. Selama cuti, kepemimpinan daerah diemban penjabat dari eselon IIA. “Istilah bagi petahana ialah cuti aktif atau cuti selama masa kampanye. Selama itu tidak boleh menggunakan fasilitas negara terkecuali pengamanan” kata La Ode Abdul Natsir, Ketua KPU Sultra, kemarin.

Berbeda dengan Rusman, pilihan bagi LM. Rajiun Tumada lebih ‘berisiko’. Ia harus mundur secara total sejak bulan Juni. Selanjutnya, tidak ada alasan untuk kembali ke jabatan semulanya tersebut. Hal itu sesuai UU nomor 10 tahun 2016 pasal 7 ayat 2 pada huruf p tentang syarat calon Bupati.

Rajiun ditegaskan sudah harus mengurus pengunduran dirinya sejak mendaftarakan diri sebagai bakal calon Bupati di KPU Muna pada tanggal 6 sampai 8 Juni nanti. Dokumen pengunduran diri wajib dilampirkan dalam berkas pendaftaran tersebut. “Surat pengunduran diri dibuktikan dengan surat permohonan dan keterangan dari atasan jika pengunduran dirinya sedang di proses,” sambung Abdul Natsir.

Tata cara pengunduran diri bagi Rajiun lebih lanjut diatur dalam pasal 5 ayat 1 sampai 6 pada PP nomor 32 tahun 2018. Dijelaskan, Rajiun harus menyampaikan pengunduran dirinya kepada DPRD Muna Barat. Selanjutnya, atas usul Gubernur, Rajiun baru secara sah tidak lagi menjabat sebagai Bupati jika permohonan undur dirinya sudah diteken Menteri Dalam Negeri. “Persetujuan pengunduran diri itu paling lama setelah lima hari sejak penetapan sebagai calon Bupati di daerah lain,” terang La Ode Abdul Natsir.

Perlakuan berbeda LM. Rusman Emba dan LM. Rajiun Tumada itu karena menyangkut status masing-masing dengan kedudukan Pilkada 2020. Rusman merupakan bupati yang akan kembali maju di daerah yang sama sedangkan Rajiun ialah bupati yang ikut Pilkada di daerah lain dengan status otorita yang selevel. “Kita tidak berbicara personal atau orang per orang ya, tetapi berlaku umum dan nasional. Artinya, aturan ini berlaku bagi semua kepala daerah, bukan saja di Muna,” ujar La Ode Abdul Natsir.

Baik Rusman dan Rajiun, sudah sama-sama menyatakan kesiapannya untuk ikut Pilkada Muna. Rusman mengaku siap untuk cuti selama masa kampanye. Sedangkan Rajiun, bahkan bersedia meninggalkan kursi Bupati Muna Barat kendati masih punya masa jabatan hingga 2022. Namun Rajiun mengaku akan mundur jika sudah mengantongi dukungan partai politik. “Tidak masalah harus mundur. Kita harus taat pada undang-undang,” imbuh Rajiun. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy