Perbatasan Kota Kendari Diperketat, Berikut 5 Isi Instruksi Wali Kota – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Perbatasan Kota Kendari Diperketat, Berikut 5 Isi Instruksi Wali Kota

KENDARIPOS.CO.ID — Mulai besok, warga luar Kota Kendari tidak seenaknya melintas di dalam kota. Harus melewati beragam prosedur jika ingin melintasi gerbang batas kota dan akses pelabuhan. Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari akan memberlakukan pengawasan ketat pada wilayah perbatasan. Kebijakan Pemkot itu mulai berlaku, 1 April 2020, pukul 09.00 Wita dan sudah dituangkan dalam surat keputusan Wali Kota Kendari bernomor 443.1/907/2020 tertanggal 30 Maret 2020. Langkah tersebut dilakukan untuk menanggulangi dan upaya pencegahan covid-19. Ada lima poin penting yang tertuang surat yang diteken Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir.

Jalur perbatasan Kota Kendari dengan beberapa daerah lain di Sultra (Konawe dan Konawe Selatan) merupakan titik rawan penyebaran Covid-19 yang tidak menutup kemungkinan dibawa pelintas dari luar Kendari ataupun sebaliknya. “Masih banyak kendaraan yang keluar masuk Kendari. Sesuai data Dishub, sehari bisa capai seribuan kendaraan. Saat pemberlakukan pengawasan wilayah perbatasan ini, jika tanpa alasan yang jelas, warga yang akan keluar maupun masuk Kota Kendari tidak akan diijinkan melintas,” ungkap Sulkarnain Kadir, Wali Kota Kendari saatkonferensi pers online di Rujab Wali Kota Kendari, Senin (30/3).

Sulkarnain menyebut enam titik perbatasan darat dan lima pelabuhan. Perbatasan darat meliputi Puuwatu (Kendari)-Konawe, Baruga-Ranomeeto (Konsel), Kawasan Asrama Brimob-Konsel, Tondonggeu-Konsel, Purirano-Kec.Soropia (Konawe) dan Labibia-Konawe.

Sedangkan untuk pelabuhan, terdapat 5 pelabuhan di Kendari yang menjadi lalu lintas pendatang dari kepulauan seperti Pelabuhan Nusantara, Pelabuhan Wanci, Pelabuhan Wawonii, Pelabuhan Bungkutoko dan Kendari New Port. “Kami berlakukan ini tentunya dalam upaya menekan penyebaran covid-19. Untuk sementara, bagi warga yang akan menuju maupun meninggalkan Kota Kendari sebaiknya ditunda dulu. Kecuali ada kepentingan mendesak,” kata Sulkarnain.

Meski begitu, warga yang akan melintas di perbatasan harus mengikuti serangkaian prosedur pemeriksaan fisik seperti pengecekan suhu tubuh menggunakan thermalscanner dan wajib memberikan data diri yang lengkap dan benar sesuai dengan formulir yang telah disiapkan. “Tidak ada istilah lockdown di Kota Kendari. Ini hanya pengawasan terukur. Dalam implementasinya, kami akan bentuk tim bersama
Kodim Kendari dan Polres Kendari,” kata Sulkarnain.

Adapun pelintas yang membawa pasien gawat darurat, atau pelintas yang mengangkut kebutuhan pokok masyarakat, keperluan kedinasan yang dibuktikan dengan surat tugas dan keterangan lainnya akan melalui prosedur khusus dan dan mendapatkan prioritas kata Sulkarnain.
“Keputusan ini diambil berdasarkan hasil diskusi bersama melalui Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari. Di dalam satgas ada unsur Polres Kendari dan Kodim 1417 Kendari. Sesuai kesepakatan mereka (TNI/Polri) siap membackup pengawasan yang dilakukan. Keputusan ini berlaku tanpa waktu yang ditentukan. Bahkan bisa jadi berlaku hingga musim arus mudik lebaran,” pungkas Sulkarnain.

Tradisi mudik bagi perantau jelang bulan suci ramadan dan lebaran menjadi ritual tahunan uamt muslim. Untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona, pemerintah daerah perlu membatasi lalu lintas orang dalam wilayah. Larangan mudik pun tak dapat dihindari.

Begitu pun di Sultra. Gubernur Sultra, Ali Mazi meminta warga Sultra yang berniat mudik agar menunda agenda tersebut. Khususnya warga Sultra di Jakarta untuk sementara tidak pulang kampung. Warga Sultra diminta tetap berada di tempat perantauan hingga situasi wabah korona ini berlalu.

Bagi Ali Mazi, upaya mencegah mewabahnya korona akan lebih baik daripada menimbulkan bahaya jika sudah terlanjur masuk dan menulari warga Sultra lainnya. Upaya ini demi memotong siklus penyebaran Covid-19. “Saat ini Indonesia sedang dilanda wabah virus korona, termasuk di Sultra. Warga Sultra kalau bisa jangan pulang dulu, tetap di daerah perantauan dan tetap tinggal di rumah sampai wabah bisa di atasi. Kalau pun ingin pulang dan bisa membahayakan daerahnya, sebaiknya pikir panjang dulu,” kata Ali Mazi, Senin (30/3).

“Jadi kita bukan hanya melarang yang datang ke wilayah Sultra. Tetapi yang ada di wilayah Sultra saat inipun kita larang bepergian keluar daerah, baik pulang kampung antarkabupaten dan kota, maupun antar provinsi. Intinya jangan keluar daerah dulu. Warga dari luar daerah pun, jangan berdatangan terus. Karena kita juga was-was. Saya minta warga yang ada di Sultra tetap berdiam di rumah dan lakukan isolasi mandiri demi mencegah penyebaran korona,” pinta Ali Mazi. (ags/rah/b)

1 Comment

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy