Pengembangan Jagung Kuning, Pemkab Muna Teken MoU dengan Investor – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Pengembangan Jagung Kuning, Pemkab Muna Teken MoU dengan Investor

Jagung Kuning

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Muna resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan jagung kuning kualitas ekspor bersama PT. Datu Nusa Agribisnis. Kesepakatan itu tindak lanjut hasil pertemuan antara Pemkab dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, beberapa waktu lalu. Kab. Muna kini diproyeksikan menjadi sentra ekspor jagung kuning pertama di Sultra.

Bupati Muna LM. Rusman Emba menerangkan, tren pengembangan jagung kuning terbilang baik. Produksi pada 2019 mencapai 20 ribu ton dengan perkiraan nilai transaksi Rp 60 miliar. Ada sekitar 4.846 hektare lahan produksi yang digarap petani setiap tahunnya. Kerjasama dengan PT. DNA diharapkan mampu memberi sentuhan industri kepada pertanian jagung kuning. “Perusahaan siap membuka pasar ekspor hasil petani jagung kita. Ini kita apresiasi dan memang sudah sesuai rencana Kementan agar Muna jadi sentra ekspor jagung,” jelasnya.

Ia melanjutkan, PT. DNA merupakan perusahaan yang ikut menggarap jagung kuning Gorontalo yang sukses besar di era Gubernur Fadel Muhammad. Perusahaan itu kini fokus di Dompu, Malang dan Aceh untuk komoditi yang sama. Jaringan bisnis perusahaan sudah punya rekam jejak baik sehingga Pemkab berharap kesuksesan yang seperti Gorontalo bisa diterapkan di Muna. “Kita berharap perusahaan serius menggarap potensi Muna. Pemkab siap membantu dari aspek kebijakan,” terangnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Anwar Agigi menambahkan potensi lahan jagung yang bisa digarap di Muna sebenarnya mencapai 55 ribu hektare. Namun pengembangannya akan dilakukan bertahap yakni 10.000 hektar dulu untuk 2020 dan 2021 mendatang. PT. DNA sendiri rencananya akan menyerap produksi petani hingga 16 ribu ton. “Kita akan buat kawasan pertanian dengan fokus tiga kecamatan yakni Watopute, Kabangka dan Parigi. Selain perluasan lahan, produksi panen juga akan ditingkatkan dari 4,5 ton menjadi tujuh ton per hektare.

“Nanti konsep pengembangannya industri mulai dari hulu sampai hilir. Setelah MoU, semester kedua kita akan jalan,” terangnya.

Komisaris Utama PT. DNA Dean Novel mengatakan perusahaanya akan melakukan pendekatan sustainable farming atau pertanian berkelanjutan. Mulai dari hulu, jasa hingga ke hilir. Artinya, perusahaan akan ikut membantu sejak proses budidaya, mekanisasi hingga pasca panen. Misalnya, proses tanam jagung harus sesuai standar yakni satu benih untuk satu lubang tanam dan penggunaan alat-alat mekanik perusahaan kepada petani. Pendekatan itu agar nilai produksinya bisa diatas lima ton per hektar “Target kita menciptakan jagung aflatoksin yang saat ini produksi dalam negerinya masih minim. Aflatoksin itu jagung dengan kadar air hingga 15 persen,” jelasnya.

Di pasca panen, PT. DNA akan menargetkan pasar ekspor atau minimal pemasaran substitusi impor. Saat ini, bisnis jagung kuning lebih menguntungkan di ekspor karena ongkos distribusi dalam negeri justru lebih mahal. Target ekspor sendiri menyasar negara yang kebutuhan jagungnya tinggi seperti Filipina. Sementara itu, limbah atau tongkol jagung bisa di ekspor ke Korea Selatan. “Kuncinya, Pemda harus bantu di irigasi,” paparnya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara, Ari Sismanto menekankan perlunya penguatan agenda Konstratani untuk mendukung peningkatan jagung kuning. Muna sendiri sudah diproyeksikan akan menggantikan peran Kota Makassar sebagai gerbang ekspor tanaman pangan khusus jagung. Makanya, dari 44 ribu hektar lahan jagung di Sultra, Muna menyumbang kurang lebih 8.000 hektare. Ia berharap, produksi pertanian jagung dapat menggantikan peran tambang sebagai penyumbang produk domestik regional bruto Sultra.

“Jujur saya apresiasi Bupati Muna karena paling konsisten di pertanian jagung. Itu artinya Bupati memahami kalau pertanian menunjang ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat dan optimalisasi ekspor. Kedepan, Muna akan jadi gerbang ekspor tanaman pangan di Sultra,” pungkasnya. (Ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy