Pemkot Kendari Benahi Kawasan Kumuh, Ditargetkan Rampung Tahun 2022 – Kendari Pos
Metro Kendari

Pemkot Kendari Benahi Kawasan Kumuh, Ditargetkan Rampung Tahun 2022

Lanskap pemukiman penduduk di kawasan Kota Lama, Kendari

KENDARIPOS.CO.ID — Pemkot Kendari terus berbenah. Wajah pusat dan pelosok kota terus dipoles demi terbebas dari kesan kumuh. Tujuan menjadi kota layak huni berbasis, ekologi (lingkungan), teknologi dan informasi merupakan dasar pembangunannya.

Akan hal itu, Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir menargetkan hingga 2022 mendatang, wilayah otoritanya itu dapat bebas dari daerah kawasan kumuh. “Saya menyadari, Pemkot saat memiliki keterbatasan untuk menyelesaikan kawasan kumuh, terutama dari segi anggaran. Tapi dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak, utamanya kolaborasi dengan Kementerian PUPR melalui program ‘Kotaku’, Insyah Allah Kota Kendari bebas dari kawasan kumuh,” tuturnya, kemarin.

Luasan kawasan kumuh di Kota Kendari sambungnya, mencapai 497,27 hektar. Adapun yang baru bisa dikurangi hingga akhir tahun 2019 lalu baru sekitar 156,92 hektar. Artinya masih ada sekitar 340,35 hektar kawasan kumuh yang harus diselesaikan hingga 2022 atau hingga berakhirnya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022.

Penataan perumahan dan pemukiman lanjuti dia, juga memiliki tantangan yang semakin kompleks. Salah satu tantanhannya adalah jumlah penduduk yang terus meningkat. “Oleh karena itu, kami terus mendorong penyelesaian kawasan kumuh melalui pendekatan infrastruktur, sesuatu dengan indikator kawasan kumuh, yaitu permasalahan rumah, jalan, dan permasalahan lingkungan berupa air minum, sanitasi, sampah, limbah, dan penanganan kebakaran,” jelas Sulkarnain.

Politisi PKS itu menyebutkan, salah satu fokus program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) saat ini yakni menata kawasan kumuh Petoaha – Bungkutoko di Kecamatan Abeli. Dengan mengusung konsep ‘Water Front City’, pihaknya yakin dapat mengubah wajah wilayah tersebut menjadi lebih baik da tentunya bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

“Konsep ini adalah mengembangkan potensi sumber daya kawasan pesisir. Mulai dari SDM, SDA hingga menjadi tempat wisata baru,” kata Sulkarnain.

Sekedar informasi, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra berkolaborasi dengan Pemkot Kendari perihal pengentasan wilayah kumuh. Tak tangggung-tanggung, kementerian menggelontorkan anggaran sekitar Rp 40 miliar untuk menyulap kawasan kumuh di Kelurahan Bungkutoko dan Petoaha, Kecamatan Abeli menjadi kawasan wisata pinggir pantai.

Kawasan kumuh di Kelurahan Bungkutoko dan Petoaha akan dibangun tempat bersantai, ruang terbuka hijau, taman Petoaha dan dermaga.
Ditargetkan, pembangunan penataan kawasan kumuh tersebut rampung pada 18 Juni 2020 atau 270 hari kerja yang terhitung sejak 23 September tahun lalu. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy