Pemkab Wajo Kembali Buka Pelabuhan Siwa – Kendari Pos
Kolaka Utara

Pemkab Wajo Kembali Buka Pelabuhan Siwa

Water Canon milik Polres Kolaka Utara berisi cairan disinfektan menyemprot setiap kendaraan yang masuk wilayah tersebut melalui Pelabuhan Tobaku dari Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) membatalkan kebijakan menutup akses keluar masuk wilayahnya, termasuk pintu penyeberangan feri dari Pelabuhan Siwa menuju Tobaku, Kolaka Utara (Kolut). Meski demikian, Pemkab Kolut mencegah upaya mobilisasi angkutan dari provinsi tetangga itu dengan ikut menerbitkan pembatasan penumpang sejak 27 Maret 2020, kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kolut, Ir. Junus, mengatakan surat pembatalan lockdown Pemkab Wajo belum diterima Pemkab Kolut secara resmi. Yang ada, baru pemberitahuan dari Plt. Kadis Perhubungan Wajo, Andi Hasanuddin melalui telepon selular. Mobilisasi penumpang dari Siwa mulai berlangsung pada pemberangkatan pagi hari menuju Kolut. “Apakah dibatasi saya belum tahu pasti. Yang jelas, tadi pagi (kemarin) sudah menyeberangkan penumpang dari Siwa,” tuturnya, kemarin.

Pemkab Kolut belum mengetahui dengan jelas pembukaan pintu penyeberangan bagi penumpang setelah sebelumnya hanya memperbolehkan distribusi logistik saja. Karena Pemkab Wajo melepas lockdown, Bupati Kolut, Nur Rahman Umar juga menerbitkan surat keputusan pembatasan mobilisasi penumpang menuju Siwa dengan tanggal surat 552/59/2020.
Meski sifatnya terbatas, Pemkab Kolut sedikit memberi kelonggaran hanya bagi penumpang yang memiliki kegiatan atau kepentingan tak dapat ditunda dan sifatnya urgen saja.

“Karena dari Siwa mulai membuka penyeberangan penumpang maka kami juga telah kirimkan surat keputusan bupati terkait pembatasan keluar dan masuk ke pelabuhan Tobaku, untuk menyesuaikan,” paparnya. Pembatasan penumpang menuju Siwa mulai diperketat pada pemberangkatan kedua pada sore hari, kemarin.

Sebelumnya, Bupati Kolut, Nur Rahman Umar telah mengeluarkan lima poin imbauan khusus bagi warga Kolut. Salah satu dari kelima pernyataaan itu merupakan tindak lanjut maklumat Kapolri, Jenderal Idham Aziz yakni larangan menggelar pesta pernikahan. “Nikah tentu boleh, tetapi tidak menggelar pesta. Intinya mengumpulkan atau berkumpul diatas 10 orang, tidak boleh. Ini kebaikan bagi kedua mempelai dan masyarakat pada umumnya untuk mengantisipasi penyebaran virus,” tegasnya.

Karena dilarang, maka aparat Kecamatan hingga Desa tidak diperkenankan memberikan rekomendasi izin keramaian. Itu juga telah ditegaskan pihak kepolisian. Sejumlah pengusaha hiburan yang kerap diundang pada pesta pernikahan telah disurati satu per satu untuk menjadi perhatian. “Jangan keluar rumah jika tidak penting, sangat berisiko saat ini,” pinta Bupati Kolut. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy