Pemkab Muna Produksi Hand Sanitizer Berbahan Arak – Kendari Pos
Muna

Pemkab Muna Produksi Hand Sanitizer Berbahan Arak

Bupati Muna, LM. Rusman Emba (kiri) saat berbincang dengan Usmaidin, Penanggung Jawab pembuatan hand sanitizer berbahan air nira pada Laboratorium Disperindag di Desa Bangkali, Kecamatan Watopute


KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna melirik potensi air nira sebagai bahan baku pembuatan cairan pembersih tangan atau hand sanitizier ditengah merebaknya pandemi Covid-19. Air nira setengah jadi atau lokal disebut arak tersebut akan diproduksi menjadi hand sanitizier kemasan untuk dibagikan pada masyarakat dan instansi pemerintah. Untuk sementara, Pemkab sudah memesan 1.000 kemasan.

Bupati Muna, LM. Rusman Emba, melakukan peninjauan langsung pabrik penyulingan air nira di Desa Bangkali, Kecamatan Watopute. Menurutnya, hand sanitizier hasil produksi Dinas Perindustrian dan Perdagangan bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna tersebut layak untuk diedarkan secara massal. Pasalnya, produk itu sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Untuk sementara kita pesan 1.000 buah dulu. Makanya kami minta jangan dijual ke tempat lain, tetapi disediakan untuk kebutuhan daerah,” jelasnya, kemarin. Mantan Ketua DPRD Sultra tersebut menjelaskan, hand sanitizier akan disediakan pada instansi pemerintah, ruang publik dan dibagikan ke masyarakat.

Hand sanitizier itu digarap oleh Dosen STIP Wuna, Usmaidin, dengan kualifikasi keilmuan bidang Kimia. Ia menjelaskan, produk tersebut dibuat dari bahan baku air nira atau arak yang memiliki kadar alkohol hingga 90 persen. Bahan setengah jadi itu kemudian disuling untuk menurunkan etanol dengan kadar alkohol 75 persen. Selanjutnya dicampurkan dengan beberapa bahan lain diantaranya daun sirih, serai dan citrowelin. “Produk ini sesuai standar WHO karena alkoholnya diatas 70 persen,” terangnya.

Usmaidin mengaku sanggup menyediakan permintaan Pemkab untuk 1.000 kemasan hand sanitizier. Dalam sehari, di laboratorium tempatnya bekerja bisa memproduksi 50 liter etanol. Sedangkan per liternya cukup untuk 10 kemasan hand sanitizier isi 10 mililiter. Seluruh bahan baku air nira diperoleh dari masyarakat setempat. Sedangkan botol kemasannya didatangkan dari Makassar. “Satu kemasan dihargai Rp 20.000. Tapi untuk sementara kami akan produksi permintaan Pemkab dulu,” terangnya. (b/ode)

1 Comment

1 Comment

  1. Ar sattuang

    26 Mar 20 20:15 at 20:15

    Penggunaan kata arak di pertimbangkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy