Pemkab Kolut Terima 30 Paket APD dan 100 Ribu Masker – Kendari Pos
Kolaka Utara

Pemkab Kolut Terima 30 Paket APD dan 100 Ribu Masker

Alat pelindung diri yang telah diterima pihak Pemkab Kolut dari distributor penyedia. Pemkab juga masih menunggu kedatangan 100 ribu lembar masker

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) telah menerima paket alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan yang akan digunakan dalam menangani warga terpapar Covid-19. Sarana tersebut telah diserahkan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Kolut, Taupiq S ke Posko Gugus Tugas Penanganan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kamis (26/3).

Taupiq berharap, meski pihaknya telah mengadakan alat pelindung diri tersebut, tapi jangan sampai digunakan. Ia menginginkan tak ada warga Kolut yang terpapar virus asal China itu. Selain 30 paket APD termasuk pakaian, sepatu dan kaca mata, masih ada 200 boks masker sementara dalam pemesanan. Jika dikalkulasi semuanya berjumlah 100 ribu lembar. “Kami prioritaskan terlebih dahulu untuk petugas medis dan semua anggota dalam tim gugus tugas,” kata Sekab Kolut.

Soal kecukupan APD, Taupiq memastikan sudah ideal. Apalagi diyakininya, Kolut hanya menjadi jalur transit pasien jikalau ada dugaan terjangkit, karena akan dirujuk ke RS Provinsi. “Harapan kami, semoga APD ini tidak akan digunakan hingga wabah hilang,” doanya. Bagi ASN, Taupiq juga meneruskan penegasan Wabup Kolut, H. Abbas pasca Pelabuhan Tobaku ditutup untuk penumpang, agar tidak ada yang keluar masuk wilayah dari batas Utara dan Selatan tanpa izin dan tujuan urgen. Tim Gugus Tugas diminta mengentikan langkah mereka dan mencatatnya untuk dilaporkan sebagai bahan evaluasi.

Wakil Ketua DPRD Kolut, Hj. Ulfa Haeruddin, pihaknya mendukung langkah Pemkab dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Ia menyarankan, selain mengadakan APD, penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga juga perlu dilakukan, termasuk bagi siapapun yang masuk perbatasan Kolut. Sesuai keterangan Kadis Kesehatan Kolut, Irham, ada 52 warga di daerah itu sebelumnya yang dicatat Pemprov sebagai orang dalam pantauan (ODP). Saat ini statusnya sudah dihapus, karena telah melewati 14 hari isolasi mandiri. Hanya saja, ada tambahan 18 ODP baru terdiri dari para mahasiswa dan masyarakat umum yang tersebar di Kelurahan Lapai, Lasusua, Pakue dan Wawo. “PDP nol,” singkat Irham. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy