Pelayaran Siwa-Tobaku Ditutup untuk Penumpang – Kendari Pos
Kolaka Utara

Pelayaran Siwa-Tobaku Ditutup untuk Penumpang

Mulai 25 Maret nanti, Pelabuhan Tobaku di Kolaka Utara dan Siwa di Kabupaten Wajo menutup akses penyeberangan melalui armada Feri, khusus penumpang. Meski begitu, pelayanan tetap dibuka untuk distribusi barang keluar dan masuk dari kedua wilayah beda provinsi itu.

KENDARIPOS.CO.ID — Jalur penyeberangan lintas Teluk Bone antara Pelabuhan Bangsalae Siwa, Kabupaten Wajo dengan Pelabuhan Tobaku, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), tetap akan beroperasi seperti biasa. Dua armada angkutan laut melayani jam pelayaran pagi dan sore seperti biasa. Namun, aktivitas lalu lintas pelayaran laut ini khusus untuk distribusi barang antar dua Provinsi, Sulawesi Selatan-Sulawesi Tenggara.

Penutupan akses bagi penumpang ditempuh sesuai keputusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo yang memberlakukan penutupan akses ke wilayahnya. Hal ini sudah dikomunikasikan bersama Pemkab Kolut dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. Plt Kadishub Wajo, Andi Hasanuddin, mengatakan, pihaknya menutup pintu masuk lalu lintas angkutan laut karena dipandang berpotensi mempercepat penyebaran virus antar kedua daerah.

“Memang belum ada warga terjangkit. Namun pemerintah bergerak lebih dini memblokade wilayah. Mulai 25 Mei ami tutup selama dua pekan kedepan atau hingga Rabu, 8 April 2020. Kalau belum memungkinkan akan diperpanjang,” jelas Andi Hasanuddin saat dihubungi, Senin (23/3). Untuk jalur darat, tetap terbuka namun semua yang melintas bakal dicek kesehatan dan suhu tubuhnya di perbatasan masuk dan keluar Wajo. Jika ada gejala terjangkit virus, maka akan dihentikan untuk diarahkan ke RS terdekat. “Jadi Feri menuju Kolut hanya untuk angkutan barang saja. Penumpang tidak boleh. Kami mengikut Bulukumba dan Selayar yang sudah menutup jalur penyeberangan lebih awal,” tegasnya.

Sementara itu Kadis Perhubungan Kolut, Junus, sepakat dengan keputusan Pemkab Wajo karena hal itu menjadi kewenangan di wilayahnya. Bagi masyarakat yang masih akan melintasi ke kedua wilayah tersebut masih ada opsi menyeberang melalui Pelabuhan Kolaka-Bone atau melingkar menggunakan jalur darat melintasi Kabupaten Luwu Timur (Lutim). “Kurang lebih 8-10 jam perjalanan kalau melingkar untuk angkutan umum dari Kolut menuju Wajo,” bebernya, kemarin.

Dari segi dampak, hal ini hanya berpengaruh pada mobilitas penumpang. Sebab untuk barang kebutuhan pokok dan lainnya dari Siwa tetap normal. Hampir semua kebutuhan barang dikatakan melalui Siwa-Tobaku sehingga pihaknya meminta dengan mengecualikan distribusi barang dari atau ke Siwa. “Distribusi barang ini bukan hanya untuk Kolut namun juga Kolaka hingga Kendari rata-rata menyeberang melalui Tobaku,” jelas Junus.

Meski penumpang dihambat di jalur tersebut, para sopir angkutan barang maupun yang ikut di dalamnya tetap akan mendapat pantauan dan pemeriksaan tim medis di pelabuhan. Pendirian Posko pemeriksaan di batas Kolut-Kolaka mulai bekerja sejak kemarin pagi. Semua yang melintas tanpa terkecuali diberhentikan oleh aparat TNI-Polri yang bertugas mengawasi. Sementara itu di batas Kolut-Lutim juga berdiri Posko. Yang masuk dari Sulsel juga diperlakukan serupa sebelum melintas di daratan Bumi Anoa. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy