PDRB Kolaka Tertinggi se-Sultra, Ahmad Safei Minta APBD Ditambah – Kendari Pos
Kolaka

PDRB Kolaka Tertinggi se-Sultra, Ahmad Safei Minta APBD Ditambah

KENDARIPOS.CO.ID — Grafik pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka sejak dipimpin duet Bupati Kolaka, Ahmad Safei dan Wakil Bupati Kolaka, Muh.Jayadin terus meningkat. Indikatornya merujuk dari data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Kolaka hanya mencapai 6,68 persen. Tahun 2019 meningkat menjadi 7,01 persen.

“Capaian ini diatas pertumbuhan ekonomi Sultra yang hanya 6,51 persen dan nasional 5,02 persen. Ini adalah data dari BPS dan kita semua sudah sepakat bahwa BPS merupakan satu-satunya sumber data yang dapat dipercaya di Indonesia,” kata Bupati Kolaka H Ahmad Safei saat membawakan sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kolaka tahun 2021 yang digelar di Hotel Sutan Raja pada Senin (9/3) kemarin.

Orang nomor satu di Kabupaten Kolaka itu mengungkapkan, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kolaka terhadap pembentukan PDRB Sultra mencapai 20,47 persen. Kata dia, nilai tersebut merupakan yang tertinggi diantara 16 kabupaten dan kota lain yang ada di Sultra. “Kota Kendari saja yang merupakan ibu kota provinsi PDRB-nya hanya sekitar 17 persen. Olehnya itu, pada tahun 2021, Pemprov Sultra harus mendistribusikan sekira 20 persen APBD Provinsi untuk Kolaka,” kelakarnya disambut aplaus peserta Musrenbang.

Lanjut Safei, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kolaka dari tahun ke tahun juga menunjukkan peningkatan. Tahun 2018 sebesar 72,07 dan di tahun 2019 meningkat menjadi 73,16 atau naik sebesar 1,09 poin. “Capaian IPM Kabupaten Kolaka juga lebih tinggi dibanding IPM Sultra 71,20 maupun nasional yang sebesar 71,98,” tambahnya.

Menurut pasangan Muhammad Jayadin tersebut, pencapaian pertumbuhan ekonomi di Bumi Mekongga tidak lepas dari pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan Pemkab Kolaka. Safei mengaku selama menjabat telah mengalokasikan lebih dari 50 persen APBD untuk pembangunan infrastruktur.

“Kami targetkan, diakhir masa jabatan kami tahun 2024, konektivitas dari ibu kota kabupaten ke seluruh ibu kota kecamatan, dan dari ibu kota kecamatan ke ibu kota desa, serta desa ke desa lainnya itu semua infrastrukturnya sudah selesai. Infrastruktur ini harus diprogramkan sebaik-baiknya karena ia adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Safei.

Menurutnya, sehebat apapun desa dibangun dengan dana desa tapi kalau tidak didukung dengan pembangunan infrastruktur dari kabupaten atau provinsi maka pertumbuhan ekonomi di desa tersebut tidak akan jalan. “Apa saja yang dilakukan di desa misalnya bertani kalau jalan masih rusak maka akan mempengaruhi hasil penjualan karena biaya pendistribusian untuk pemasaran juga tinggi,” imbuh Safei.

Terkait kesejahteraan masyarakat di desa, kata Safei pihaknya memberikan alokasi dana desa (ADD) yang cukup besar. Olehnya itu, Safei mengingatkan para kades untuk mengelola anggaran di desa dengan baik.

“Jangan katakan Pemda Kolaka tidak berkontribusi terhadap pembangunan di desa. Sebab, setiap tahun kami mengalokasikan Rp 86 miliar untuk ADD di 100 desa. Jadi ADD setiap desa itu rata-rata Rp 800-an juta dari APBD Kolaka. Belum lagi dari pusat,” bebernya.

Selain dihadiri Wakil Bupati Kolaka Muhammad Jayadin, Musrenbang RKPD Kabupaten Kolaka tahun 2021 itu juga dihadiri oleh Anggota DPR RI, Rusda Mahmud serta pimpinan SKPD dan Muspida. Camat, lurah dan kades se Kabupaten Kolaka juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. (fad/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy