Panic Buying Mulai Terjadi di Kendari, Warga Diimbau tak Belanja Berlebihan – Kendari Pos
Metro Kendari

Panic Buying Mulai Terjadi di Kendari, Warga Diimbau tak Belanja Berlebihan

KENDARIPOS.CO.ID — Fenomena “Panic Buying” mulai terjadi di Kota Kendari. Tak heran, sejumlah produk atau komoditas langka dan harganya merangkak naik. Tidak hanya masker dan hand sanitizer, namun juga kebutuhan bahan pokok. Akibatnya, stoknya di pasaran berkurang. Meskipun tersedia, harga telah melonjak. “Berdasarkan hasil sidak bersama kami (Dinkes, Pol-PP dan Polres Kendari) di 7 penyalur Alkes serta seluruh apotik di Kendari, sebagian besar kami tidak menemukan masker. Jikapun ada, harganya sudah dibanderol tiga kali lipat. Misalnya harga masker yang tadinya hanya Rp 25 Ribu – Rp 30 Ribu per pack, kini sudah dibanderol Rp 75 ribu – Rp 90 ribu per pack,” ungkap Muhammad Saiful, Kepala Disperindagkop Kota Kendari.

Padahal kata, Syaiful, pemerintah sudah menetapkan aturan melalui Permendag No. 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang penetapan harga eceran tertinggi (HET) produk dimana pedagang atau pengusaha tidak boleh menjual suatu produk termasuk kebutuhan pokok melebihi batas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. “Biasanya kalau ditemukan sanksinya itu berupa sanksi administratif. Tapi sekarang karena kondisinya tidak memungkinkan, kami berikan teguran agar menjual sesuai harga,” tegasnya.

Suasana operasi pasar yang berlangsung di Kelurahan Anggilowu, Kecamatan Mandonga.

Itu berlaku juga pada sembako, kata Saiful. Meski begitu harga sembako ditengah kondisi saat ini diakuinya masih dalam keadaan tekendali atau dijualkan pedangan masih sesuai HET. Misalnya harga beras medium yang dibanderol pedagang hanya berkisar Rp 8.700 – Rp 9.200, kemudian harga beras premium berkisar Rp 11.000 – Rp. 12.000, minyak goreng curah Rp 10.000 per liter daging beku Rp 85.000 per kg, daging sapi lokal Rp 120.000 per kg, daging ayam broiler Rp 35.000 per kg.

“Ada yang naiknya sebenarnya seperti gula pasir, dari Rp 12.500 per kg kini dibanderol Rp 20.000 per kg. Tapi kita sudah antisipasi bersama Bulog dengan menggelar operasi pasar di 10 titik (Kelurahan) di Kendari. Dimana setiap kelurahan dapat jatah 300 kg gula pasir. Itu kami yakin bisa meredam ke khawatiran masyarakat akan kebutuhan pangannya. Bulog juga sudah lampu hijau bagi masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pokok dengan harga sesuai HET itu bisa langsung kesana,” ungkapnya. “Tapi semua kembali lagi kepada masyarakatnya. Saya imbau agar masyrakat agar belanja sesuai kebutuhan. Jangan membeli borongan agar ketersedian kebutuhan kita dipasar tetap mencukupi sehingga tidak menimbulkan gejolak harga,” kata Saiful menambahkan. (b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy