Panen Padi dan Jagung di Muna Dimulai – Kendari Pos
Muna

Panen Padi dan Jagung di Muna Dimulai

KENDARIPOS.CO.ID — Musim panen periode tanam pertama tahun 2020 di Kabupaten Muna, dimulai. Lebih kurang 774 hektare sawah dan 7.373 hektare lahan jagung, kini siap dituai. Hasil panen tersebut dapat memerkuat pasokan pangan.

Panen jagung yang dilakukan kelompok tani Cahaya Bone di Kecamatan Bone, Kabupaten Muna. Musim panen periode tanam pertama tahun 2020 ini, sudah dimulai. Ada sekitar 774 hektare sawah dan 7.373 hektare lahan jagung, siap tuai.


Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Muna, La Ode Anwar Agigi, menerangkan, rincian luas lahan siap panen antara lain 494 hektare padi sawah dan 282 hektare padi ladang. Dengan rata-rata produksi lima ton per hektare dan 1,8 ton per hektare, maka nilai hasil panen tersebut setara 2.470 ton padi sawah dan 507 ton padi ladang. Dengan begitu, ada penambahan stok beras lokal sebanyak 2.977 ton gabah kering panen di Muna.

“Panennya sementara berlangsung bulan Maret ini,” kata Anwar Agigi, kemarin. Panen saat ini merupakan hasil tanam periode September tahun lalu. Untuk saat ini, padi berupa gabah kering panen padi sawah dihargai Rp 4.000 per kilogram. Sedangkan padi ladang mencapai Rp 7.000 per kilogram. Namun lebih jauh, hasil panen itu belum mencapai level swasembada beras lokal. Ia mengatakan, sejauh ini jumlah konsumsi beras masyarakat Muna yang berkisar 218 ribu jiwa mencapai 117 per kapita per tahun. Itu artinya konsumsi beras mencapai 25 ribu ton setiap tahun. “Sementara produksi lokal kita baru sekitar 5.900 kg. Jadi masih perlu digenjot,” paparnya.

Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Muna itu menambahkan, sementara rincian lahan jagung yang siap panen bulan ini meliputi 3.151 hektare jagung kuning dan 4.122 hektare jagung lokal. Nilai produksi kedua komoditas sejenis itu setara 20 ribu ton. Sementara nilai jualnya dibanderol Rp 3.000 per kg jagung kuning basah dan Rp 4.000 per kg jika sudah kering. “Perhitungan kasarnya lima ton per hektar jagung hybrida dan satu per hektar jagung lokal. Tetapi memang sekarang produksinya kurang maksimal karena diawal musim tanam bulan Januari ada serangan hama grayak,” jelasnya.

Hasil panen tersebut akan memerkuat pasokan. Anwar Agigi mengaku sedang berkoordinasi dengan stakeholder terkait ihwal potensi kelangkaan pasokan beras dan jagung ditengah pandemi Covid-19. Ada opsi seluruh hasil panen tersebut akan ditampung untuk keperluan masyarakat Muna. “Kalau ada potensi lockdown, maka hasil panen untuk sementara tidak akan dijual ke luar daerah. Kebetulan, khusus jagung puncak musim panennya bulan April sampai Mei,” terangnya.

Ia menambahkan, instansinya juga tengah mendorong petani untuk memercepat musim tanam periode April-September 2020. Diantara komoditas yang menjadi fokus adalah padi, jagung dan ubi. Ia berharap, petani bisa maksimal menanam agar panen juga lebih optimal. Pemkab selalu siap mendukung baik mekanisasi alat pertanian maupun pendampingan. Apalagi, Muna telah menjadi pilot project jagung kuning dengan pendekatan korporasi. “Kita berharap petani dan masyarakat bisa sejahtera lewat pertanian itu sendiri. Apalagi, ditengah musim wabah sekarang ini, pertanian harus tetap digalakkan untuk memenuhi stok daerah,” imbuhnya. (b/ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy