Pabrik Rumput Laut Bombana Pilot Project Nasional – Kendari Pos
Bombana

Pabrik Rumput Laut Bombana Pilot Project Nasional

KENDARIPOS.CO.ID — Pabrik pengolahan rumput laut di Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan, Kabupaten Bombana kini menjadi pilot project nasional. Pabrik rumput laut di Bombana sangat baik karena didukung dengan sumber daya alam melimpah. Apalagi, dukungan langsung dari Bupati Bombana, H. Tafdil.

Bupati Bombana H. Tafdil berdiskusi dengan anggota DPR-RI Amirul Tamim usai meninjau pabrik rumput laut di Desa Laea, Kabupaten Bombana.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Pengolahan dan Bina Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Trisna Ningsih saat melakukan kunjungan di Pabrik Rumput Laut, di Desa Laea, Kamis (5/3) lalu. Kunjungan itu, kata Trisna, untuk melihat sejauh mana perkembangan pabrik rumput laut tersebut. Mulai dari sektor produksi, kemampuan bahan baku, dampak dari aktivitas hingga pemasaran.

“Dalam rangka menerbitkan Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 33 Tahun 2019 tentang Peta Panduan Pengembangan Industri Pabrik Rumput Laut untuk tahun 2018 hingga tahun 2021, Bombana menjadi salah satu target dan bahkan bakal menjadi pilot project dari enam pabrik rumput laut yang kami targetkan di Indonesia,” ujarnya saat memberikan sambutan. Turut hadir, tiga Anggota DPD RI Dapil Sultra yaitu Hj. Andi Nirwana, Dr. H. MZ Amirul Tamim, dan Waode Rabiah Al-Adawia Ridwan, serta anggota DPR RI-Dapil Sultra Hj. Tina Nur Alam.

Ia mengungkapkan dari 9 pabrik rumput laut yang tersebar di seluruh nusantara, Bombana menjadi satu-satunya yang aktif dari tiga pabrik di Sultra. Sedangkan pabrik rumput laut di Kabupaten Buton dan Buton Tengah masih tergolong mangkrak. Selain itu, tiga pabrik lainnya yang berada di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bone Sulawesi Selatan serta Luwuk Timur pun masih perlu dikembangkan.

Katanya, pabrik rumput laut di Bombana sangat potensial untuk menjadi percontohan bagi daerah lain. Sebab, ada kemauan dari pihak pengelola maupun pemerintah kabupaten untuk mengembangkannya.
Sementara itu, Bupati Bombana H. Tafdil mengatakan pengelolaan rumput laut di Desa Laea didukung dengan sumber daya komoditas rumput laut yang melimpah. Tercatat, 17 Kecamatan yang berada di pesisir, 15 Kecamatan memiliki potensi rumput laut yang sangat melimpah yang mampu menyuplai bahan baku pabrik rumput laut 10 sampai 12 ton perharinya.

Dengan potensi rumput laut dimiliki, Bombana akan menjadi produsen terbesar rumput laut di Sultra bahkan nasional. Apalagi Bombana memiliki potensi perikanan budidaya rumput laut sebesar 3.076 Ha yang kini dimanfaatkan 1.013 Ha yang dapat menghasilkan rumput laut kering sekitar 4.421 ton pertahun.

Olehnya itu, Pemkab Bombana maupun Pemerintah Pusat tidak pernah berhenti berupaya untuk terus memberikan bantuan kepada msyarakat khususnya para pelaku usaha rumput laut. Hal tersebut dapat dilihat melalui dana bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan pada tahun 2016 sebesar Rp 17 miliar untuk pembangunan pabrik rumput laut yang kini dimanfaatkan masyarakat.

“Selain itu komitmen Pemkab Bombana sejak tahun 2017 hingga 2019 dalam meningkatkan perekonomian masyarakat telah mengeluarkan anggaran sekitar Rp 4 miliar guna pengoprasian pabrik ini mulai dari pemasangan instalasi listrik hingga sarana penambahan pendukung pabrik ini,” katanya. (kmr/adv)

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy