OJK Longgarkan Perhitungan Kolektibilitas Kredit Bank – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

OJK Longgarkan Perhitungan Kolektibilitas Kredit Bank

KENDARIPOS.CO.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan kebijakan stimulus dalam mengantisipasi down-side risk dari penyebaran virus Corona (Covid-19) untuk menjaga pertumbuhan perekonomian nasional. Salah satunya yakni dengan melonggarkan ketentuan perhitungan kolektibilitas kredit.

Edukasi pengenalan OJK dan Pasar Modal Syariah di STIEE 66 Kendari, beberapa waktu lalu.

Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridhony M. H. Hutasoit mengatakan, OJK melakukan relaksasi pengaturan penilaian kualitas asset kredit dengan plafon sampai dengan Rp 10 miliar, hanya didasarkan pada satu pilar yaitu ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga, terhadap kredit yang telah disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak penyebaran Covid-19. Sementara dua pilar lainnya yang terdiri dari prospek usaha debitur dan kondisi keuangan debitur, diabaikan guna memberi peluang sektor riil untuk bisa tetap mendapatkan pinjaman yang besar.

“Pelonggaran ini merupakan insentif untuk para pelaku jasa keuangan dalam negeri khususnya bagi debitur yang terdampak Covid-19,” ujar Ridhony, kemarin. Lanjut dia, kebijakan stimulus OJK tersebut diharapkan bisa memitigasi dampak pelemahan ekonomi global terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan ini berlaku bagi semua bank, baik bank umum, bank umum syariah, bank perkreditan rakyat (BPR), maupun BPR syariah.

Selain itu, OJK juga sedang menyiapkan kebijakan-kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah serangan Covid-19. Di antaranya, relaksasi pengaturan restrukturisasi kredit yang disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak Covid-19. Relaksasi pengaturan ini akan diberlakukan sampai dengan satu tahun setelah ditetapkan, namun dapat diperpanjang bila diperlukan. Perekonomian global, kata dia, masih akan dihadapkan dengan tantangan yang cukup besar. Di tengah upaya memperbaiki kinerja perekonomian, selain peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah dan belum selesainya isu perang dagang antara AS dan Tiongkok, dunia juga dihadapkan pada kasus Covid-19 yang dampaknya tidak dapat dikatakan kecil bagi perekonomian global.

Diperkirakan, pertumbuhan ekonomi Tiongkok akan mencapai level terendah selama tiga dekade terakhir yang akan berdampak pula pada pertumbuhan perekonomian negara-negara mitra dagangnya termasuk Indonesia. Dampak dari masih tingginya ketidakpastian perekonomian global juga tercermin pada perekonomian domestik, terutama pada investasi dan kinerja eksternal yang cenderung melambat. Di tengah perlambatan ekonomi global, Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK menilai berdasarkan data Januari 2020, stabilitas sektor jasa keuangan masih dalam kondisi terjaga dengan intermediasi sektor jasa keuangan membukukan kinerja
positif dan profil risiko industri jasa keuangan tetap terkendali.

“Minimnya sentimen positif baik dari perspektif global maupun domestik turut mempengaruhi kinerja sektor jasa keuangan domestik, khususnya di pasar saham,” tandas Ridhony . (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy