OJK-IKA UII Sinergi Membangun Ekonomi Sultra – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

OJK-IKA UII Sinergi Membangun Ekonomi Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerjasama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Peran LPS, OJK, dan BI dalam Memperkuat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Perbankan” pada Kamis (27/2) lalu.

Gubernur Sultra, Ali Mazi (tengah) didampingi Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh (ketiga kiri), Ketua Dewan Komisioner LPS, Dr. Halim Alamsyah (ketiga kanan), Kepala KPw BI Sultra, Suharman Tabrani (kedua kanan), dan Plt Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif (kedua kiri).

Seminar tersebut menghadirkan narasumber antara lain Ketua Dewan Komisioner LPS sekaligus Ketua Dewan Pembina IKA UII, Dr. Halim Alamsyah, SE., SH., MA, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra, Suharman Tabrani, Plt Direktur Utama Bank Sultra, Abdul Latif, dan Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Ridhony M. H. Hutasoit, serta moderator Prof. Dedy Takdir S (akademisi UHO). Hadir pula sejumlah pejabat tinggi yakni Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H Ali Mazi, Ketua DPRD Sultra, H Abdurrahman Shaleh, serta para pimpinan bank di Kota Kendari.

Gubernur Sultra Ali Mazi sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dalam sambutannya ia mengatakan, Sultra memiliki potensi sumber daya alam melimpah bahkan lebih unggul dibanding dengan daerah lain di Indonesia. Sayangnya, potensi itu belum dikelola secara maksimal ditandai dengan minimnya pelaku usaha. “Masyarakat kita belum tahu bagaimana menjalankan usaha. Harapannya melalui seminar ini bisa memberikan keyakinan kepada masyarakat untuk mau memulai usaha,” ujar Ali Mazi, kemarin.

Kata dia, perekonomian dunia saat ini sedang menghadapi gejolak yang pasti akan berimbas terhadap ekonomi Sultra. Oleh karena itu, ia berharap seluruh pemangku kepentingan terutama para pengambil kebijakan bisa memperkuat koordinasi. Implementasi bauran kebijakan yang tepat perlu dilakukan guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. Secara umum, kata dia, kondisi ekonomi Indonesia masih lebih baik dari sejumlah negara lainnya terutama yang terdampak langsung Virus Corona. Hal tersebut melahirkan optimisme bahwa Indonesia khususnya Sultra, bisa melewati tantangan ekonomi saat ini.

“Kita harus berani keluar dari zona nyaman dan meninggalkan cara-cara lama yang tidak sesuai lagi dengan kondisi sekarang. Untuk memulai usaha diperlukan keberanian berspekulasi. Mari kita terus dorong laju ekonomi kreatif dengan membangun usaha sendiri,” imbaunya.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh yang juga Ketua IKA UII Sultra, menyebutkan bahwa SDA Sultra yang melimpah baik hasil laut, tambang, dan pertanian hanya dikelola oleh segelintir orang. “Hanya sepuluh persen potensi perikanan kita yang dikelola. Semoga kehadiran Pak Halim dalam seminar ini bisa memberikan pemahaman kepada kita bagaimana mendorong agar ekonomi Sultra tumbuh dengan baik serta tercipta pemerataan ekonomi,” ujarnya.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Dr. Halim Alamsyah, mengatakan, ada sejumlah faktor yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Pertama, AS yang menggunakan powernya untuk menekan semua negara termasuk Indonesia. Kedua, dampak berbagai kejadian misalnya isu Brexit dan belakangan Virus Corona. Sudah lima tahun ekonomi Indonesia tumbuh hanya lima persen. Bahkan pada kuartal terakhir tahun lalu, pertumbuhan hanya 4,97 persen. “Tapi kita beruntung karena berkat kebijakan pemerintah bersama dengan BI berhasil menjaga daya beli masyarakat melalui pengendalian inflasi,” tuturnya.

Kepala KPw BI Sultra, Suharman Tabrani mengatakan, di sisi moneter, ada Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang bertugas memastikan inflasi daerah terjaga dengan baik. Di tahun 2019, BI Sultra berhasil me-maintaining inflasi di bawah tiga persen di mana angka tersebut lebih rendah dari level inflasi nasional. Dengan kerjasama pihak-pihak yang tergabung dalam TPID, diharapkan inflasi 2020 tetap berada di level tersebut. Dari sisi pembayaran tunai, BI senantiasa memastikan kebutuhan masyarakat akan uang kartal tersedia dengan jumlah yang cukup dan kualitas yang baik. Dari sistem pembayaran nontunai, mendorong penggunaan QR code International Standard (QRIS). Terkait wabah Covid-19 (Corona), sejumlah negara di dunia serentak mengoreksi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2020.

Sementara itu, sektor jasa keuangan mencatatkan pertumbuhan positif di tahun 2019 kendatipun dihadapkan dengan perang dagang Tiongkok dan AS serta geopolitik Iran. Kredit perbankan tumbuh di level 6,08 persen seiring dengan lemahnya permintaan komoditas global. Pada periode Januari 2020, kredit perbankan mencatat pertumbuhan positif sebesar 6,10 persen (yoy). “Di Sultra juga tumbuh positif. Aset perbankan tumbuh sebesar 20,66 persen, kredit tumbuh sebesar 11,34 persen, serta dana pihak ketiga 14,31 persen,” ujar Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sultra, Ridhony M. H. Hutasoit. (b/uli/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy