Neraca Perdagangan Sultra Surplus – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Neraca Perdagangan Sultra Surplus

Sejumlah kapal nelayan di Laut Teluk Kendari, beberapa waktu lalu. Hasil laut merupakan salah satu komoditas yang selama ini menjadi andalan ekspor Sultra.

KENDARIPOS.CO.ID — Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Januari 2020 tercatat US$168,50 juta atau mengalami penurunan sebesar 11,31 persen dibanding ekspor Desember 2019 yang tercatat US$168,50 juta. Sementara, volume ekspor Januari 2020 tercatat 155,10 ribu ton atau mengalami penurunan sebesar 92,84 persen dibanding ekspor Desember 2019 yang tercatat 2.165,20 ribu ton.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Moh Edy Mahmud menuturkan, penurunan nilai ekspor tersebut sebagai akibat pemberlakuan pelarangan ekspor bijih nikel. “Akhir tahun lalu, September sampai Desember ekspor sangat kencang. Sejak pelarangan di Januari, mulai menurun tapi masih lebih tinggi dibandingkan Januari 2019,” tuturnya, kemarin.

Ia menyebut, komoditas yang selama ini menjadi andalan ekspor Sultra antara lain besi, baja, dan bermacam hasil laut. Menurut golongan barang utama, ekspor Sultra di tahun 2020 didominasi oleh kelompok komoditi besi dan baja dengan nilai US$164,26 juta, selanjutnya kelompok buah-buahan di urutan kedua dengan nilai US$1,65 juta, dan kelompok komoditi bahan bakar mineral di urutan ketiga senilai US$ 1,53 juta. “Penurunan terbesar ekspor Sultra Januari 2020 dibanding Desember 2019 terjadi pada kelompok komoditas buah-buahan senilai US$2,10 juta atau setara 56,05 persen,” katanya.

Adapun negara tujuan ekspor tersebar pada benua Asia, Australia, hingga Eropa yang terdiri dari Tiongkok (US$151,76 juta), India (US$11,45 juta), Korea Selatan (US$3,10 juta), Vietnam (US$1,13 juta), dan Amerika Serikat (US$0,63 juta). Peranan kelima negara tersebut mencapai 99,74 persen dari total ekspor Sultra pada periode Januari 2020. Berdasarkan sektor ekonomi, ekspor Sultra pada Januari 2020 didominasi oleh industri pengolahan sebesar US$165,26 juta (98,08 persen), sektor pertambangan US$1,53 juta (0,91 persen), dan sisanya sektor pertanian US$1,70 juta (1,01 persen).

Sementara itu, nilai impor Sultra pada Januari 2020 tercatat US$92,20 juta atau mengalami kenaikan sebesar 90,94 persen dibanding impor Desember 2019 yang tercatat US$48,29 juta. Volume impor Januari 2020 tercatat 224,94 ribu ton atau mengalami kenaikan sebesar 256,27 persen dibanding impor Desember 2019 yang tercatat 63,14 ribu ton. Impor ini didominasi oleh kelompok komoditas mesin-mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$29,84 juta atau 32,36 persen dan di urutan kedua kelompok komoditas bahan bakar mineral dengan nilai US$27,80 juta atau 30,16 persen.

“Kenaikkan terbesar impor Sultra Januari 2020 dibanding Desember 2019 terjadi pada kelompok komoditas bahan bakar mineral senilai US$23,31 juta atau 517,93 persen. Ada kenaikan impor dari Singapura senilai US$12,60 juta atau 264,63 persen,” urainya.

Dari sisi peranan terhadap total impor Januari 2020, Tiongkok merupakan negara asal barang utama terbesar dengan nilai impor US$63,28 juta atau 68,63 persen, diikuti Australia dengan nilai US$15,08 juta atau 16,36 persen, dan Singapura dengan nilai impor US$12,60 juta atau 13,66 persen. Nilai neraca perdagangan Sultra pada Januari 2020 mengalami surplus sebesar US$76,30 juta. “Kondisi ini sejalan dengan periode yang sama tahun lalu. Di mana Januari 2019 nilai neraca perdagangan Sultra mengalami surplus US$78,28 juta,” pungkasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy