Mungkinkah Anjing dan Kucing Menularkan Covid-19 pada Manusia?, Oleh: drh. Putu Nara Kusuma – Kendari Pos
Opini

Mungkinkah Anjing dan Kucing Menularkan Covid-19 pada Manusia?, Oleh: drh. Putu Nara Kusuma

drh. Putu Nara Kusuma

KENDARIPOS.CO.ID — Beberapa waktu belakangan ini, Covid-19 menjadi tranding topic hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia. Tepatnya pada Desember 2019 dikonfirmasi maupun didiagnosa corona virus terbaru mewabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Corona virus terbaru ini sekarang kita kenal dengan sebutan COVID-19/SARS-COV 1 dan menjadi perhatian masyarakat dunia sejak awal tahun 2020. Penyebarannya yang cepat dibeberapa negara menimbulkan peningkatan penderita setiap harinya. Penularan virus ini melalui droplet (percikan dari bersin, ludah, skutum) yang bilamana terkena mukosa pada mata, hidung, dan mulut dapat memudahkan infeksi. Selain itu juga penularan dapat terjadi melalui kontak dengan benda atau bahan yang terkontaminasi virus tersebut.

Mobilisasi masyarakat yang tinggi menjadi salah satu faktor pendukung transmisi/penularan covid-19 ini, terutama mobilisasi perorangan maupun kelompok dari daerah/negara yang terdapat wabah. Beberapa wilayah di Indonesia ditetapkan dalam status KLB (Kejadian Luar Biasa) Covid-19. Kepanikan akan penularan Covid-19 muncul di kalangan masyarakat, termasuk para pemilik hewan kesayangan (anjing dan kucing). Muncul kekhawatiran: hewan kesayangan dapat menularkan COVID-19 kepada mereka (pemilik). Reaksi yang dapat muncul akibat kekhawatiran tersebut dapat berupa tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kesejahteraan hewan bahkan memungkinkan penelantaran anjing dan kucing. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah mungkinkah anjing dan kucing menularkan Covid-19 pada manusia?

Berdasarkan informasi resmi dari WHO (World Health Organization) bahwa penularan covid-19 hanya terjadi dari kontak manusia dan manusia. OIE sebagai Badan Kesehatan Hewan Dunia juga turut memberikan pernyataan bahwa hingga saat ini belum terdapat data maupun bukti valid tentang penularan covid-19 dari hewan kesayangan pada manusia. Hewan kesayangan sebenarnya dapat pula terinfeksi virus corona, hanya tipenya berbeda dengan covid-19. Coronavirus sendiri dibagi menjadi beberapa tipe, diantaranya: tipe alfa, beta, gamma, dan delta.

Adapun yang menginfeksi pada hewan kesayangan berada pada genus: alfacoronavirus/corona virus tipe alfa dan tidak menular pada manusia. Sedangkan Covid-19 yang menginfeksi manusia berada pada genus: betacoronavirus/corona virus tipe beta, yang berada pada genus yang sama dengan SARS dan Mers. Untuk tipe gamma dan delta, corona virus biasanya menginfeksi burung dan ikan. Belum terdapat laporan bahwa Coronavirus yang berada pada genus betacoronavirus ini dapat menular pada anjing dan kucing.

Tipe alfa/alfacoronavirus yang menginfeksi anjing dikenal dengan CCoV (Canine Corona Virus) menyebabkan penyakit gastroenteritis . Kemunculan pertama kali CCoV atau corona virus pada anjing yaitu pada tahun 1971, laporan kasus diare parah pada anjing-anjing yang berada di Jerman. Pada kucing infeksi corona virus dikenal dengan nama FCoV (Feline Corona Virus), menyebabkan enteric corona virus dan FIP (Feline Infectious Peritonitis). Laporan kasus kejadian pertamakali muncul pada tahun 1963, pada kucing-kucing yang berada di Boston, Amerika Serikat. Gejala yang ditimbulkan pada kucing terinfeksi FIP ini, pada saluran pencernaan yaitu terdapat pembesaran pada rongga perut kucing. Enteric corona virus umumnya mengakibatkan diare pada anak kucing. Sedangkan FIP (Feline Infectious Peritonitis) , menurut para ahli FIP ini merupakan bentuk mutasi dari enteric corona virus.

Terdapat 2 macam yaitu FIP basah (bilamana terdapat akumulasi cairan pada rongga dada dan perut kucing) dan FIP kering (bilamana terdapat pertumbuhan nodul pada organ internal kucing. Berdasarkan informasi tersebut bahwa anjing dan kucing tidak menularkan covid-19 ke manusia. Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) menitip pesan menyingkapi pemberitaan seputar covid-19, agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk memelihara anjing dan kucing. Karena covid-19 tidak menginfeksi kedua hewan tersebut. Selain itu untuk mencegah penularan covid 19 dari manusia ke manusia, PDHI mengimbau agar masyarakat selalu mencuci tangan menggunakan air dan sabun, menghindari kerumunan orang, dan stop makan daging satwa liar. Sebab, bukan merupakan pangan bagi manusia.

Perlu dicermati juga oleh para pemilik hewan kesayangan untuk mengantisipasi agar hewan mereka terhindar dari corona virus tipe alfa. Berikut langkah antisipasi yang dapat dilakukan: Memelihara dengan baik, tidak menelantarkan atau melepas liarkan anjing dan kucing peliharaan. Memberikan pakan dan multivitamin yang cukup pada anjing dan kucing. Periksa dan konsultasikan kesehatan anjing maupun kucing Anda kepada Dokter Hewan. Minta kepada Dokter Hewan langganan untuk melakukan vaksinasi secara rutin pada anjing dan kucing Anda, agar terhindar dari infeksi berbagai virus.

Walaupun anjing dan kucing tidak menularkan covid-19 kepada manusia, ada baiknya setiap akan kontak maupun sehabis kontak dengan anjing dan kucing pastikan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 – 30 detik. Kebiasaan mencuci tangan ini masuk dalam pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang terbukti efektif dapat melindungi diri dari bakteri. Seperti: salmonella sp dan e.coli. Ayo jaga kesehatan Anjing dan Kucing kita. Hewan sehat keluarga bahagia. #AyoKeDokterHewan#. (*)

Oleh : drh. Putu Nara Kusuma Prasanjaya (Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo. Anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Sulawesi Tenggara)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy