MUI Sultra Minta Umat Islam Tidak Salat Berjamaah di Masjid – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

MUI Sultra Minta Umat Islam Tidak Salat Berjamaah di Masjid

KENDARIPOS.CO.ID — Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu daerah di Indonesia yang telah terjangkit Covid 19. Untuk itu Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra mengeluarkan maklumat. Salah satu maklumat tersebut, masyarakat dilarang salat berjamaah di Masjid. Maklumat dengan nomor 0008/MUI – Sultrra/III/2020 ini disampaikan dan ditandatangani Ketua Umum MUI Sultra, Drs.KH.Mursyidin, M.HI dan Sekretaris Umum MUI Sultra Dr.Supriyanto MA.

Sejatinya maklumat tersebut telah diterbitkan MUI pusat pada Februari lalu. Hanya saja semuanya mengacu kepada daerah masing-masing, karena kondisi setiap daerah yang tidak sama. “Karena Sultra merupakan daerah yang sudah terjangkit, kami mengimbau kepada MUI kabupaten/kota untuk bersinergi terhadap pemda dalam menangani penyebaran Covid 19. Termasuk menyosialisasikan fatwa MUI nomor 14 tahun 2020 terkait Covid 19,” terang KH. Mursyidin.

Menurutnya, mengacu pada fatwa MUI nomor 14 tahun 2020, Orang Dalam Pengawasan (ODP) dilarang salat berjamaah. Begitu juga dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang positif terpapar covid 19 diharamkan salat berjamaah di masjid. Hanya karena mereka tidak diketahui, sehingga MUI mengeluarkan fatwa secara umum , agar semua orang dilarang salat berjamaah dan salat Jumat di Masjid. Hal ini menghindari penyebaran covid 19.

“Dalam hal ini MUI harus bersinergi dan mengikuti pemerintah. Semua ini untuk kepentingan orang banyak. Kita harus mawas diri untuk tidak menularkan dan tidak tertular. Membuat orang lain sakit karena kita, hal tersebut adalah berdosa. Dalam Islam ketetapan pemerintah itu wajib ditaati umat,” paparnya.

Mursyidin juga mengatakan, MUI mengimbau agar masdjid -masjid mengikuti aturan yang sudah ditetapkan pemerintah tersebut. “Saat ini sedang dalam kondisi darurat Covid 19, sehingga semua masyarakat harus mengikuti anjuran pemerintah. Semua ini adalah ikhtiar yang kita lakukan untuk menunggu takdir yang baik dari Allah SWT. Kalau kita sudah tahu sesuatu yang membahayakan alangkah baiknya kita hindari,” imbaunya.

Hal senada diungkapkan Sekretaris Umum MUI Sultra, Dr.Supriyanto MA. Katanya, bila MUI juga melarang khatib untuk melakukan pelayanan pembinaan keagamaan secara berjamaah ataupun berbentuk pengajian. Tujuannya untuk menghindari penyebaran Covid 19. “Sehingga hanya beberapa Masjid saja yang mendirikan salat Jumat. Pemerintah tidak melarang masyarakat melaksanakan salat. Tapi salatlah di rumah masing-masing bersama keluarga, hingga masa darurat ini dinyatakan selesai,” katanya.

Suprianto mengimbau agar masyarakat tidak stres ataupun panik menghadapi kondisi saat ini. Pasalnya kepanikan justru akan membuat imunitas seseorang turun. Hal tersebut tentunya akan mempermudah penyakit memasuki tubuh. “Mari jaga diri masing-masing, dengan salat di rumah masing-masing. Berdiam diri di rumah dengan tawakal dan berdoa kepada Allah SWT, agar kondisi ini cepat berlalu dan semua kembali normal seperti sedia kala,” pungkasnya. (lis/adv)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy