Masa Darurat Diperpanjang, Belajar di Rumah Hingga 29 Mei – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Masa Darurat Diperpanjang, Belajar di Rumah Hingga 29 Mei

KENDARIPOS.CO.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang masa darurat bencana wabah penyakit akibat Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia. Masa darurat ditetapkan hingga 29 Mei mendatang.

Atas dasar itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemprov Sultra menambah jadwal belajar di rumah hingga 29 Mei.Kebijakan itu tertuang dalam surat Kepala Dinas Dikbud Sultra bernomor 421/2001/2020 tertanggal 27 Maret yang diteken Asrun Lio.

Diktum 1 menyatakan siswa SMA/SMK tetap melakukan proses belajar di rumah sampai tanggal 29 Mei 2020. Bahan ajar dapat di unduh di
laman disdikbud.sultraprov.go.id/edukasi dan laman rumah belajar kemdikbud.go.id.

Kepala Dinas Dikbud Sultra, Asrun Lio mengatakan, aturan itu merujuk pada surat edaran BNPB nomor 13. A 29 Februari 2020, surat edaran Gubernur Sultra nomor 440/1344 17 Maret 2020 serta surat edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020 tanggal 24 Maret 2020, tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam darurat penyebaran Covid 19 serta memperhatikan kalender pendidikan tahun pelajaran 2019/2020.

“Jadi ini bukan perpanjangan masa libur peserta didik. Tetapi masa belajar mereka di rumah diperpanjang. Yang awalnya hanya dua minggu hingga 29 Maret. Kita perpanjang hingga 29 Mei 2020,” ujar Asrun Lio kepada Kendari Pos, Jumat (27/3).

Bagi sekolah di daerah yang belum memungkinkan pembelajaran secara daring, maka dapat meminjamkan buku referensi di perpustakaan kepada siswa. Asrun Lio menambahkan dalam situasi seperti ini para guru dituntut lebih pro aktif memberikan tugas kepada siswa secara daring atau luring. Kegiatan daring ini juga akan terus dipantau oleh kepala sekolah dan pembina manajerial. “Walaupun pembelajaranya daring, tetap harus dipantau. Upaya ini agar para siswa walaupun di rumah tetap merasa seperti berada di sekolah dalam pantauan langsung dengan pemberian tugas dari guru,”jelasnya

Selain itu, untuk aktifitas pembelajaran ditekankan kepada penugasan life skill. Hal ini agar para siswa dan guru juga tidak terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas. Pendidik diminta untuk membuat bahan ajar serta melaksanakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan bagi peserta didik.

“Kita juga berharap kepada orangtua untuk melakukan pengawasan dan pendampingan serta memastikan putra-putrinya belajar di rumah dan membatasi aktivitas kegiatan di luar rumah. Sebab arahan ini untuk dipatuhi, jangan malah dianggap sebagai ajang liburan,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari belum menentukan sikap untuk menambah masa belajar di rumah bagi siswa SD dan SMP.

Kabid Dikdas Dikmudora Kota Kendari, Muchdar Alimin mengatakan pihaknya masih menjalankan instruksi Pemkot Kendari yang menetapkan masa belajar siswa di rumah sampai 4 April saja. “Tapi kami masih menunggu instruksi dari Wali Kota Kendari. Kalau masa darurat di Kota Kendari ditambah, maka otomatis siswa kami sarankan belajar di rumah hingga Mei nanti,” ujarnya kepada Kendari Pos, Jumat (27/3).

Muchdar menjelaskan sebenarnya masa siswa belajar di rumah itu bukan berarti libur sekolah seperti yang di persepsikan banyak orang. Melainkan siswa pindah tempat belajar, yang semula di sekolah (berkumpul), kini belajar di rumah. “Kami pindahkan tempat belajarnya agar mereka terhindar dari wabah Covid-19 ini. Di rumah mereka bisa belajar secara daring, baik melalui media sosial WhatsApp juga bisa melalui portal rumah belajar milik Kemendikbud,” kata Muchdar. Sekedar informasi, jumlah siswa SD dan SMP di Kota Kendari hingga Jumat (27/3) sebanyak 50.845. Rinciannya, 35.350 pelajar SD dan 15.495 pelajar SMP.

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Konawe sudah menerapkan 14 hari masa belajar di rumah bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP sejak 17 Maret lalu. 4 hari lagi masa itu akan selesai. Dikbud Konawe masih menunggu instruksi bupati apakah ada perpanjangan masa belajar di rumah atau tidak.

Kepala Dinas Dikbud Konawe, Suriyadi mengatakan, masa belajar siswa di rumah bakal berakhir 31 Maret 2020. “Sebelum 31 Maret, kita akan terus update informasi jangan sampai ada perpanjangan masa libur,” ujar Suriyadi kepada Kendari Pos, Jumat (27/3).

Ketua PGRI Konawe itu menjelaskan, belum lama ini pemerintah pusat sudah mengumumkan perpanjangan masa darurat penanganan Covid 19 hingga 29 Mei 2020. Ia menyebut, aturan tersebut bakal menjadi rujukan pemkab andaikata perpanjangan masa libur sekolah di Konawe diberlakukan.

Meski demikian, Suriyadi menyebut, hal itu mesti dikembalikan lagi ke daerah masing-masing. Khusus di Konawe, apabila status darurat Covid 19 masih berlaku, maka kemungkinan besar masa belajar di rumah bakal ditambah untuk masa 14 hari kedua. “Kesimpulannya, kita masih instruksi Bupati Konawe. Kami akan segera bahas,” ungkap Suriyadi. (ags/rah/adi/b).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy