Laporan Keuangan Perbankan Diperpanjang – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Laporan Keuangan Perbankan Diperpanjang

Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution

KENDARIPOS.CO.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melonggarkan batas waktu penyampaian laporan keuangan bagi perbankan dan pelaku industri pasar modal. Hal itu sebagai upaya menyesuaikan dengan kondisi darurat akibat pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Kepala OJK Sultra, Mohammad Fredly Nasution mengatakan, batas waktu penyampaian laporan diperpanjang selama dua bulan dari batas waktu berakhirnya kewajiban penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor perbankan dan pasar modal.

Pada sektor perbankan, laporan yang dimaksud antara lain laporan keuangan publikasi tahunan posisi 31 Desember 2019, laporan keuangan
publikasi triwulanan posisi 31 Desember 2019, laporan keberlanjutan posisi 31 Desember 2019, laporan pelaksanaan tata kelola posisi 31 Desember 2019, serta laporan hasil evaluasi Komite Audit terhadap pelaksanaan pemberian jasa audit atas informasi keuangan historis tahunan.

Sementara di sektor pasar modal meliputi, laporan hasil evaluasi Komite Audit terhadap pelaksanaan pemberian jasa audit atas informasi keuangan historis tahunan emiten dan perusahaan publik, laporan keuangan tahunan bagi Bursa Efek, Lembaga Kliring dan Penjaminan, Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian, Perusahaan Efek, Penyelenggara Dana Perlindungan Pemodal, Lembaga Penilaian Harga Efek, Lembaga Pendanaan Efek Indonesia, Biro Administrasi Efek, Reksa Dana, Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Real Estat, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset, Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi, Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur, dan Perusahaan Pemeringkat Efek.

“Selama masa status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus Corona di Indonesia, kewajiban penyampaian laporan rutin diperpanjang 14 hari kerja dari batas waktu berakhirnya kewajiban penyampaian atau publikasi laporan sebagaimana dimaksud dalam perundang-undangan di sektor perbankan,” ujarnya, kemarin.

Dihubungi terpisah, Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra, Ricky menyebutkan bahwa saat ini terdapat 684 perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

“Semuanya wajib lapor ke BEI terkait laporan keuangan perusahaan baik per kuartal (per 3 tiga bulan) maupun laporan per tahun. Namun, dengan merebaknya Covid-19 ini, kami sebagai regulator Pasar Modal memberikan kelonggaran dalam hal penyampaian laporan tersebut. Mengingat banyak perusahaan yang cukup terhambat operasionalnya akibat wabah Covid-19 ini,” tutur Ricky, kemarin. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy