Kredit Macet di Sultra Meningkat – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Kredit Macet di Sultra Meningkat

Teller melayani nasabah BRI yang melakukan transaksi di
KC BRI Samratulangi beberapa waktu lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kredit macet atau non performing loan (NPL) perbankan di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami kenaikan tipis per Januari 2020. Dari Desember 2019 ke Januari 2020, NPL Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengalami peningkatan dari 1,25 persen ke 1,29 persen, Bank Konvensional dan Syariah meningkat dari 2,33 persen menjadi 2,51 persen, sedangkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) meningkat dari 15,04 persen menjadi 15,57 persen.

Kepala Bagian Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sultra, Maulana Yusup mengungkapkan, ada banyak faktor yang menyebabkan kenaikan NPL perbankan. “Ada peningkatan kredit macet pada Januari 2020 namun tidak signifikan. Kenaikan itu sendiri karena banyak faktor. Salah satunya, di awal tahun kredit baru mulai jalan. Sekarang posisi Januari, kredit belum maksimal,” ujar Maulana saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Mengenai tingginya NPL BPR di Sultra, Maulana membeberkan bahwa masalahnya terletak pada internal BPR itu sendiri khususnya terkait prinsip kehati-hatian. Ada fraud (penyelewengan) yang dilakukan oleh pengurus BPR sehingga menyebabkan tingginya kredit macet. “OJK sudah melakukan sejumlah langkah agar BPR menyusun master plan perbaikan. Apakah dengan panagihan atau hapus buku. Pelaku fraud sudah ditindaklanjuti dengan penilaian kemampuan dan kepatutan. Dinilai kembali secara integritas dan kompetensi. Memadai atau tidak? Kok bisa NPL nya sampai tinggi begitu?” ujarnya.

Ia menyebut, batas atas NPL yang sehat yakni lima persen. Sementara, NPL BPR di Sultra mencapai 15,57 persen. Saat ini, kata dia, ada beberapa BPR yang masuk dalam pengawasan intensif OJK. Sementara itu, NPL BPD relatif lebih kecil karena mayoritas kredit konsumtif. Misalnya, pegawai negeri sipil (PNS) dengan sistem pemotongan gaji yang memiliki risiko kecil.

Ia juga menegaskan bahwa kenaikan NPL di Sultra periode Januari 2020 bukan sebagai dampak langsung dari wabah Corona (Covid-19). Kendati demikian, OJK telah mengantisipasi dampak penyebaran Covid-19 terhadap ekonomi, khususnya pada kenaikan NPL dengan kebijakan kolektibilitas kredit dari yang sebelumnya tiga pilar menjadi satu pilar. Yakni, ketepatan pembayaran pokok bunga terhadap kredit yang telah disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak penyebaran Covid-19.

Penurunan tingkat kolektibilitas berlaku untuk pinjaman di bawah Rp 10 miliar dan di atas Rp 10 miliar. Harapannya, dalam menyalurkan kredit pihak perbankan hanya butuh memastikan debitur mampu pada pembayaran pokok dan bunga pinjaman saja. Kebijakan pelonggaran ini berlaku satu tahun dan akan dievaluasi setiap enam bulan sekali sambil menunggu perkembangan penanganan virus Corona.

“Nanti akan dilihat bagaimana perkembangannya. Kita berharap dampak Covid-19 tidak berlangsung dalam waktu lama,” pungkasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy