Kendari Alami Deflasi 0,47 Persen – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Kendari Alami Deflasi 0,47 Persen

Kepala BPS Sultra, Moh Edy Mahmud (kedua dari kiri) saat menyampaikan data rilis bulanan BPS Sultra, beberapa waktu lalu.

KENDARIPOS.CO.ID — Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Kota Kendari mengalami deflasi sebesar 0,47 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 103,09 pada Februari tahun 2020. Secara nasional, dari 90 kota yang menghitung inflasi, 17 kota mengalami deflasi dan 73 kota mengalami inflasi.

Deflasi terdalam terjadi di Kota Tanjung Pandan, Provinsi Bangka Belitung sebesar 1,20 persen dengan IHK 103,66 dan deflasi terendah tercatat di Kota Padangsidimpuan sebesar 0,01 persen dengan IHK 104,01.

Kepala BPS Sultra, Moh Edy Mahmud mengatakan, deflasi yang terjadi di Kota Kendari disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau 1,95 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya 0,59 persen, kelompok pakaian, alas kaki, dan kelompok transportasi masing-masing 0,04 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,02 persen. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga yaitu kelompok kesehatan 1,91 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,91 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,63 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,35 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,21 persen. “Sedangkan kelompok pengeluaran pendidikan tidak mengalami perubahan atau relatif stabil,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain bawang putih, bawang merah, tarif dokter spesialis, ketela rambat, sate, pepaya muda, anggur, cabai merah, ketela pohon, dan pepaya. Kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau pada Februari 2020 tercatat deflasi 1,95 persen atau terjadi penurunan indeks dari 104,80 pada Januari 2020 menjadi 102,76 pada Februari 2020. Subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok makanan 2,70 persen dan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol 0,16 persen. Sedangkan subkelompok rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 2,05 persen. Kelompok ini pada Februari 2020 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,62 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain ikan layang/ikan benggol 0,22 persen, daun kelor 0,12 persen, ikan selar/ikan tude 0,10 persen, ikan teri 0,08 persen, dan ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso 0,06 persen.

Edy menyebut, ekonomi daerah dikatakan ideal apabila sepanjang tahun terjadi inflasi dan deflasi. “Tidak masalah apakah terjadi inflasi atau deflasi. Dalam satu tahun yang perlu dipastikan terjaga kestabilannya. Kalau toh inflasi, mesti dengan besaran yang terjaga. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, inflasinya tidak ada masalah. Kalau deflasi terus juga tidak bagus bagi ekonomi karena bagaimanapun juga para produsen perlu dirangsang produksinya. Kalau sepanjang tahun harganya turun, berarti tidak ada rangsangan,” pungkasnya. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy