Kemensos Tambah Besaran Bantuan Pangan Nontunai – Kendari Pos
Nasional

Kemensos Tambah Besaran Bantuan Pangan Nontunai

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Sosial (Kemensos) mengumumkan kenaikan sementara besaran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Kenaikan ini untuk merespon sekaligus antisipasi adanya dampak dari kejadian luar biasa (KLB) Korona di Indonesia.

Menteri Sosial Juliari Batubara (tengah) dalam sebuah kunjungan kerja.

Seperti diketahui besaran BPNT normalnya adalah Rp 150 ribu per bulan untuk setiap keluarga penerima manfaat (KPM). Untuk mengantisipasi potensi gejolak akibat KLB Korona, besaran itu dinaikkan Rp 50.000 sehingga menjadi Rp 200 ribu per bulan untuk setiap KPM. Penambahan besaran BPNT ini berlaku sejak Maret hingga enam bulan ke depan.

Mensos Juliari Batubara mengatakan pemerintah menyiapkan dana atau instrumen fiskal Rp 10 triliun untuk urusan Korona. “Kementerian Sosial dapat Rp 4,56 triliun,” katanya di Jakarta Selasa (3/3).

Anggaran tersebut digunakan untuk penambahan besaran BPNT senilai Rp 50 ribu per bulan untuk setiap KPM. Lebih lanjut Juliari menjelaskan BPNT periode 2020 secara reguler sudah dinaikkan. Dia mengatakan besaran BPNT yang dipatok Rp 150 ribu per bulan untuk setiap KPM itu sudah naik dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 110 ribu per bulan per KPM.

Juliari mengatakan tambahan besaran BPNT itu adalah crash program. Yaitu respon pemerintah untuk menjaga konsumsi dan kebutuhan gizi di lapisan ekonomi terbawah masyarakat Indonesia. “Sehingga tidak terganggu perlambatan ekonomi,” tuturnya.

Juliari mengatakan jika setelah enam bulan nanti situasi ekonomi kembali membaik, maka besaran BPNT kembali ke Rp 150 ribu per bulan untuk setiap KPM.

Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Andi Z.A. Dulung mengatakan kenaikan bantuan itu diperlukan agar KPM bisa meningkatkan gizi keluarga mereka. Selain itu, Program Sembako ditambahkan dengan komoditas bahan pangan yang mengandung karbohidrat. Seperti jagung, singkong, ubi, sagu serta umbi-umbian lainnya.

Lalu bahan pangan mengandung protein hewani seperti daging ayam, daging sapi, dan ikan. Kemudian bahan pangan dengan kandungan protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Tidak ketinggalan pula bahan makanan dengan vitamin mineral seperti sayuran dan buah-buahan. “Ini merupakan perhatian pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat,” jelasnya. (jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy