Kasus Covid-19 di Sultra : 641 ODP Dicabut, 4 PDP Dipulangkan, 3 Pasien Positif Masih Dirawat – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Kasus Covid-19 di Sultra : 641 ODP Dicabut, 4 PDP Dipulangkan, 3 Pasien Positif Masih Dirawat

KENDARIPOS.CO.ID — 641 orang dalam pemantauan (ODP) dinyatakan sehat. Selama 14 hari menjalani masa observasi, mereka tak lagi menunjukkan gejala yang mirip corona virus disease 2019 (Covid-19).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 Pemprov Sultra, dr. La Ode Rabiul Awal mengatakan 641 ODP ini sudah dalam keadaan sehat. Nah, merujuk dari kondisi medis itu, maka status ODP dicabut.

Selain itu, 4 pasien dalam pengawasan (PDP) dinyatakan sehat dan telah dipulangkan.

Pria berkacamata ini menyebutkan, tim Gugus Tugas terus bekerja memantau persebaran Covid-19 di sejumlah daerah di Sultra.

dr. La Ode Rabiul Awal memaparkan kondisi medis 3 pasien positif Covid-19 di RS Bahteramas. Saat ini, 3 pasien itu masih dalam kondisi baik. Kondisi kesehatan 3 pasien positif itu secara berkala diperiksa sesuai protap.

Prosedur swap (usap tenggorokan,red) dilakukan secara berkala dua kali. Protap ini dilakukan sampai pasien Covid-19 dinyatakan negatif.

“Jadi, memang 641 ODP telah dinyatakan sehat. Sementara tiga pasien positif terus di cek swapnya di laboratorium Kemenkes RI,”tutur pria yang kerap disapa dokter Wayong ini, Jumat (27/3).

Sambil memantau perkembangan persebaran Covid-19, tim gugus tugas menunggu hasil uji laboratorium dari pasien yang sudah meninggal atas nama HI Rahma, warga Kabupaten Kolaka. Rencananya hasil laboratorium akan dikirim ke Sultra. Hasil swap telah dikirim sejak tiga hari lalu. Jika positif, maka pemerintah pusat yang bakal mengumumkannya di Jakarta.

“Protapnya, jika positif maka Jakarta (pemerintah pusat) yang akan lebih dulu mengumumkan. Kami hanya menunggu setelah informasi dari pusat,”kata dr.Rabiul Awal.

Pemkab Yakin Warga Sulsel tak Tertular di Raha

Pemkab Muna memastikan delapan warga Sulawesi Selatan yang positif Covid-19 tidak terpapar saat berada di Kabupaten Muna. Pemkab berasumsi, delapan warga tersebut terkontaminasi korona saat melakukan perjalanan di daerah lain. Sampai saat ini, Pemkab menyatakan masih nihil kasus positif korona di Muna.

Dikabarkan delapan warga Sulsel dinyatakan positif terjangkit korona setelah melakukan perjalanan ke Kab. Muna. Mereka tercatat sebagai peserta sidang tahunan Musyawarah Pelayanan Gereja wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sulselbara) yang digelar di salah satu Gereja di Raha, Kabupaten Muna pada tanggal 3 sampai 6 Maret 2020.

Panitia pelaksana kegiatan yang namanya enggan disebutkan membenarkan kegiatan itu dihadiri jemaat asal Sulawesi Selatan. Total keseluruh peserta yang melakukan registrasi mencapai 80 orang. Mereka berasal dari 15 GPIB di wilayah Sulselbara. Lima diantara peserta tersebut merupakan perwakilan Gereja di Raha. Namun ia berkeyakinan acara itu bersih dari virus korona. “Peserta asal Muna masih aman semua,” katanya.

Sidang tahunan GPIB regional Sulselbara itu dihadiri Wakil Bupati Muna, Abdul Malik Ditu dan Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho. Kedua pejabat publik diketahui dalam kondisi sehat hingga saat ini.

Kapolres mengaku sudah melakukan pemeriksaan kesehatan. Hasilnya dinyatakan negatif. Ia juga berpendapat acara yang digelar tersebut kecil kemungkinan menjadi media penyebaran virus korona. “Kan sudah tiga minggu lalu. Jadi sudah lewat masa inkubasinya. Kita berkeyakinan di daerah ini masih aman,” kata AKBP Debby.

Sementara itu, Ketua Satuan Gugus Tugas percepatan penanggulangan Covid-19 Kab. Muna, Muhammad Djudul menerangkan jika peserta sidang tahunan GPIB asal Muna terpantau dalam keadaan baik. Tak ada gejala terpapar virus. Status mereka hanya dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan (ODP).

Ia berkeyakinan, delapan warga Sulsel itu terpapar di daerah lain. Asumsinya itu setelah menerima laporan tim Kesehatan di Satgas daerah. “Kan kabarnya mereka ada perjalanan ke Bogor juga. Jika pakai logika medis, ini sudah lewat masa inkubasi 14 hari untuk kemungkinan seseorang terpapar virus. Jadi kami yakin mereka tidak terpapar di Muna. Laporan tim Kesehatan juga peserta lokal aman semua,” kata Pj. Sekretaris Daerah Muna tersebut.

Meski demikian, pria yang juga menjabat sebagai staf ahli Gubernur Sultra itu tetap meminta seluruh paramedis memantau jemaat lokal di Muna. Bahkan, pemantauan dilakukan kepada seluruh masyarakat. Sampai sejauh ini, Kab. Muna belum mencatat kasus positif virus korona.

Sementara itu, Direktur RSUD Muna, dr. Muhammad Marlin menerangkan peserta sidang tahunan GPIB sudah melewati masa inkubasi 14 hari atau masa potensi penyebaran virus. Secara medis, virus punya waktu dua pekan menyerang dan menimbulkan gejala bagi pasien. Jika telah melewati masa itu, hampir dipastikan kemungkinan terpaparnya menjadi sangat kecil.

dr. Marlin memastikan belum menerima keluhan dari peserta GPIB lokal ihwal indikasi medis tertular virus korona. Rumah sakit, kata dia, saat ini memiliki empat pasien dalam pengawasan (PDP). Namun bukan berasal dari peserta GPIB. Soal kondisi empat PDP itu antara lain dua orang sementara di isolasi mandiri dan dua lainnya di rawat di ruang isolasi rumah sakit. “Ke empatnya masih menunggu hasil laboratorium,” pungkasnya. (ade/ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy