Kapal Asing Tak Boleh Berlabuh di Sultra – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Kapal Asing Tak Boleh Berlabuh di Sultra

Kepala Kantor KSOP Kelas II Kendari, Lektol Marinir Benyamin Ginting

KENDARIPOS.CO.ID — Meskipun virus Corona mulai mewabah, aktivitas pelayaran di Sultra masih berjalan normal. Setiap hari, armada kapal datang berlabuh dan berlayar. Hingga kini, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) belum berencana menutup pelabuhan. Namun sebagai upaya antisipasi, KSOP tetap melakukan pembatasan terhadap keberadaan kapal asing.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Kendari, Lektol Marinir Benyamin Ginting memastikan tidak ada penutupan penyeberangan laut di semua pelabuhan Kendari. Menurutnya, penutupan akan dilakukan juga sudah ada instruksi dari Ditjen Perhubugan Laut Kemenhub, Kemendagri, Kemenlu dan Kemenkes serta ada instruksi dari Pemprov Sultra.

“Tidak ada penutupan pelabuhan. Semuanya berjalan normal kapal penumpang kapal barang semua masih keluar masuk. Ditutup kecuali kita sudah dinyatakan lockdown, sehingga tidak ada pergerakan. Artinya tidak boleh keluar dan yang dari luar juga tidak boleh masuk. Saat ini kan belum ada instruksi penutupan dari Gubernur maupun Kementerian,” kata Benyamin.

Jika pelabuhan sampai ditutup lanjut Benyamin, justru dampak yang akan ditimbulkan akan lebih parah dari penyebaran virus korona. Itu dikarenakan perekonomian akan lumpuh total. “Oleh karena itu, pemerintah memilih Sosial Distance. Kementrian juga masih menginstruksikan agar memprioritaskan perhubungan laut. Apapun yang terjadi pelabuhan akan tetap beroperasi,” ungkapnya.

“Aktivitas pelabuhan tidak mungkin dihentikan, baik aktivitas kapal kargo, kapala kontener ataupun kapal penumpang, termasuk kapal-kapal antar pulau. Nah, kalau dihentikan, kebutuhan pokok disana siapa yang mau distribusi? Yang mau angkut beras, angkut gas siapa?,” kata Benyamin menambahkan.

Meski tetap beroperasi, pihaknya tetap memperketat aktivitas dipelabuhan seperti bongkar muat kapal barang maupun penumpang. “Semua kami cek. Dibantu Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kami perketat pengawasan. Setiap penumpang yang turun maupun hendak berangkat, itu wajib melalui Thermo Gun (Alat Pengukur Suhu Tubuh) oleh petugas kami. Nanti sudah dikatan clear, baru bisa melanjutkan perjalanan. Kalau ada yang ditemukan suhu tubuhnya melebihi 38 derajat celcius, maka kami akan langsung melakukan karantina dengan merujuk di rumah sakit terdekat sesuai dengan SOP penanganan Covid-19,” jelasnya.

Khusus kapal asing kata Benyamin, sejak per Januari kemarin, sudah tidak ada yang berlabuh di Kendari. Itu dikarenakan izin kapal asing sudah diperketat oleh otoritas Indonesia. Misalnya harus ada izin Kait (Clearence Out for Indonesia to Authority) dari Mendagri, Menhub dan Panglima TNI.

“Sudah tidak ada kapal asing yang masuk. Yang ada saat ini adalah kapal asingnyang sudah terlanjur berlabuh. Sebelum merebaknya virus korona. Jikapun ada yang mendapat izin, tentunya kita akan melakukan pengawasan utamanya pada kapal yang berasal dari negara terjangkit seperti Tiongkok, Hongkong dan negara terjangkit lainnya,” kata Ginting.

Sekedar informasi, KSOP Kelas II Kendari membawahi empat Pelabuhan yakni Pelabunahan Nusantara Kendari, Pelabuhan Ferry Kendari – Wawonii, Pelabuhan Kapal Malam Kendari dan Pelabuhan Bungkutoko. Saat ini, keempat pelabuhan itu saat ini diperketat pengawasannya oleh KSOP. Itu dilakukan sesuai Instruksi Presiden dan sesuai kesepakatan bersama perihal SOP penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kendari. (b/rah/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy