Jembatan Rahabangga di Konawe Miring, Kendaraan Over Load Dilarang Melintas – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Jembatan Rahabangga di Konawe Miring, Kendaraan Over Load Dilarang Melintas

Kondisi Jembatan Rahabangga yang menghubungkan Kecamatan Unaaha dan Uepai di Kabupaten Konawe tidak memungkinkan dilalui kendaraan over load. Kontruksi jembatan sudah miring.


KENDARIPOS.CO.ID — Jembatan Rahabangga yang menghubungkan Kecamatan Unaaha dan Uepai, Konawe sempat terputus saat banjir Juni 2019. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari sudah bergegas membenahi saat itu dengan melakukan pengerjaan nonpermanen.

Bagian yang terputus ditimbun dan diperkuat dengan opritnya ( timbunan tanah atau urugan di belakang abutment yang dibuat sepadat mungkin untuk menghindari penurunan). Belakangan, kondisi konstruksi jembatan Rahabangga mengkhawatirkan. Kontruksinya miring beberapa derajat. Masyarakat diimbau agar hati-hati saat melintasi jembatan Rahabangga itu.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Wilayah II Sultra, Heryanto mengatakan pihak penyedia jasa dari PT Brantas telah mengerjakan seluruh kawasan untuk jalur jembatan Rahabangga yang miring. Bahkan kemiringan di periksa setiap hari. Versi Heryanto, kemiringan jembatan masih dalam kondisi ditolerir dan sejauh ini kemiringannya tetap. Sebab sudah ada suntikan beton di bagian bawah jembatan.

“Walaupun memang masih agak miring tetapi dalam kondisi yang masih ditolerir. Sebaiknya kendaraan over load jangan melintas. Karena ini bisa berbahaya,” ujar Heryanto kepada Kendari Pos, akhir pekan lalu.

Meski sedikit berbahaya dilintasi oleh pengguna jalan, pihak balai sudah mengantisipasi. Selain membatasi kendaraan over load melintas, portal pun dipasang. Hal itu dimaksudkan, hanya kendaraan yang tak over load yang dapat melintas. “Ini sudah kita sosialisasikan tetapi ada pengguna jalan yang patuh dan ada pula yang tidak taat. Bahkan portal kami telah beberapa kali rusak. Karena kendaraan over load dengan ketinggian tertentu berusaha melintas dan akhirnya nyangkut di portal. Intinya muatan di atas 10 ton tidak boleh melintasi jembatan,”ungkap Heryanto.

Heryanto menegaskan kondisi jembatan saat ini butuh perhatian pengguna jalan. Jika ingin jembatan tetap aman dilalui maka kendaraan bertonase besar tidak boleh melintas. “Kita harus tetap mempertahankan kondisi jembatan hingga akhir tahun 2020, sebab untuk jembatan pengganti baru akan rampung pada akhir tahun ini juga. Kita kerja sama polisi untuk membantu menjaga agar kendaraan bertonase besar tidak melintas,”ucapnya.

Kondisi menggembirakan datang dari pengerjaan jembatan teluk Kendari. Progresnya saat ini mencapai 88 persen rampung. Hampir dipastikan jembatan yang menelan anggaran sekira Rp. 800 miliar itu dinikmati manfaatnya pada pertengahan tahun 2020. Jembatan teluk sepanjang 1,34 kilo meter itu akan menghubungkan kawasan Kota Lama dan Bungkutoko ditargetkan tuntas Juli nanti.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Satuan Kerja (Satker) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Sultra, Ichsan mengatakan, saat ini progresnya sudah mencapai 88 persen. Dimana pengerjaan bentang utama sudah masuk segmen terakhir. “Jadi untuk segmen utama itu ada 10 segmen. Saat ini pengerjaan bentang utama sudah masuk tahap pengerjaan akhir,”terangnya.

Ichsan menjelaskan bentang utama sekira 200 meter. Setiap segmen itu sekira 9 meter. Jadi masing-masing bentang utama sudah akan saling menghubungkan. Saat ini masih ada dua segmen. Ada yang pilon satu dan pilon dua itu sekira 18 meter serta tambah segmen terakhir untuk penghubungnya ada 3 meter. “Jadi bentang utama tinggal 21 meter. Insya Allah kalau lancar, akhir bulan depan jembatan sudah tersambung tetapi hanya untuk bentang utamanya,”jelasnya.

Selain bentang utama, kata Ichsan masih ada beberapa lagi yang perlu diselesaikan. Sebut saja, pada sisi kawasan Poasia, jembatan pendekatnya menggunakan continuous span girder 40 meter. Digunakan tiga span dengan total sekira 120 meter. “Saat ini sudah terpasang 2 span atau 80 meter. Sekarang tinggal pemasangan span terakhir. Insya Allah Juni nanti sudah rampung. Dan untuk keseluruhan progres pengerjaan sesuai kontrak akan berakhir pada Juli,”jelasnya.

Sementara untuk bagian sisi kawasan kota lama masih harus mengerjakan jalan pendekat atau opritnya.Ini terhambat akibat pembebasan lahan. Oprit di bilangan Kota Lama masih sekira 12 meter pada 2 sisi harus ditimbun. Terkait pembebasan lahan, masih ada 4 bidang lahan yang belum dikosongkan. “4 bidang lahan ini harusnya sudah selesai. Sebab pembebasan lahan sebetulnya sudah tuntas. Tetapi masyarakat pengguna lahan belum juga mengosongkan kawasan itu,” tutup Ichsan. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy