Jembatan Nasional di Rawua Tak Kunjung Tuntas, Proyek Berakhir Maret – Kendari Pos
Nasional

Jembatan Nasional di Rawua Tak Kunjung Tuntas, Proyek Berakhir Maret

Wakil Ketua II DPRD Konawe, Rusdianto (tengah) berbincang dengan pengawas proyek dari BPJN XXI Kendari dan Kuasa Direktur PT Rahmat Utama Mulia Djalal (empat dari kiri) saat meninjau lokasi pengerjaan jalan nasional di Desa Rawua, Kecamatan Sampara, Senin (16/3).


KENDARIPOS.CO.ID — Tambahan waktu dari sanksi denda proyek jalan nasional di Desa Rawua, Kecamatan Sampara, segera berakhir Maret ini. Namun sejauh ini belum ada perkembangan signifikan. Masyarakat dibuat jenuh lantaran harus mengantri berjam-jam untuk melintas di jalur alternatif.

Tak ingin dibohongi rekanan, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe, Rusdianto pun turun melihat langsung progres pekerjaan proyek tersebut, Senin (16/3). Rusdianto mendesak kontraktor segera menuntaskan proyek jalan nasional itu sesuai tenggat (batas waktu) yang diberikan. “Kita minta kontaktor menyelesaikan secepat mungkin. Kasihan kalau warga terus antri berjam-jam untuk lewat di jalan tersebut,” ujarnya, Senin (16/3).

Apabila melewati masa denda akhir Maret 2020 ini, maka itu menjadi domain pihak BPJN XXI Kendari. “Tujuannya kita turun hari ini (kemarin,red) untuk mengetahui apa penyebab lambatnya proses perampungan jalan nasional di Desa Rawua. Kita ingin tahu dari kontraktornya langsung. Biar clear. Kita bisa jelaskan ke masyarakat tanpa harus menduga-duga lagi,” ungkap Rusdianto.

Selama satu jam, Rusdianto melihat langsung proyek dan menanyakan penyebab lambannya pekerjaan kepada kontraktor pelaksana proyek, PT Rahmat Utama Mulia dan pengawas proyek dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari.

Rusdianto yang berlatar belakang pengusaha konstruksi sangat paham dengan teknis pekerjaan. Dari hasil penelusurannya kepada kontraktor proyek bahwa lambatnya proses pengerjaan jalan nasional tersebut disebabkan beberapa faktor teknis. Salah satunya, kontur tanah yang sedikit basah atau dalam kategori labil di titik pengeboran pondasi jalan permanen yang berada di bibir sungai Pohara.

Sementara itu, Kuasa Direktur PT.Rahmat Utama Mulia (RUM), Djalal mengakui proses pengerjaan jalan nasional itu terlambat. Keterlambatan itu karena beberapa titik pengeboran pondasi dinding sering longsor akibat labilnya kontur tanah. Pasalnya, kedalaman lubang galian dengan permukaan tanah mencapai 18 meter.

Jika mendapat titik lubang galian yang bagus, katanya, dalam sehari bisa merampungkan 6 titik pondasi pembatas. Namun, dengan kondisi tanah yang sedikit berlumpur di musim hujan seperti ini, paling banyak dua titik pondasi bisa diselesaikan.

“Beberapa minggu belakangan ini, alat kita ada yang trouble (rusak, red). Pada saat menggali lubang, alat bor kita menghantam batu yang berada di dalam tanah. Belum lagi, onderdilnya tidak ada di sini. Harus pesan dari Surabaya,” beber Djalal, kemarin.

Penyebab keterlambatan lain, sambung Djalal, disebabkan terlambatnya revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
sebagai dasar melaksanakan pengerjaan proyek pengerjaan jalan nasional tersebut. Akibatnya, lanjut Djalal, pengerjaan jalan yang seharusnya dimulai Agustus 2019 lalu sesuai masa kontrak, harus molor selama 53 hari sampai akhirnya revisi DIPA tersebut tuntas.

“Jadinya, kita cuma dapat waktu 82 hari. Padahal dalam dokumen penawaran, harusnya masa kerja kita selama 135 hari. Makanya, kita baru efektif di akhir Oktober 2019 karena harus menunggu lagi material yang didatangkan dari pulau Jawa,” terang Djalal.

Meski begitu, pihaknya memaksimalkan waktu yang tersisa selama masa denda yang bakal berakhir pada Maret 2020 ini. Djalal mengklaim progres pengerjaan mencapai 60 persen. Djalal sedikit pesimis bakal merampungkan pengerjaan jalan nasional di desa Rawua itu hingga masa denda berakhir. Yang jelasnya, selaku kuasa Direktur PT Rahmat Utama Mulia, Djalal memastikan bakal menuntaskan proyek tersebut.

“Kalau sudah lewat masa denda, itu tergantung lagi kebijakan dari pihak BPJN XXI Kendari. Mudah-mudahan kita masih diberikan kepercayaan untuk menuntaskan proyek ini. Kalau diberikan masa kerja tambahan, sebelum mudik lebaran Idul Fitri tahun ini, jalan tersebut sudah kami selesaikan,” tandas Djalal. (adi/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy