Jalan Nasional di Sampara Tak Kunjung Rampung, Antrian Mengular – Kendari Pos
Nasional

Jalan Nasional di Sampara Tak Kunjung Rampung, Antrian Mengular

KENDARIPOS.CO.ID — Rekanan proyek jalan nasional di ruas jalan Rawua, Kecamatan Sampara, Konawe sepertinya tidak serius menuntaskan pekerjaan. Hingga Maret ini, progres pekerjaan belum memuaskan. Padahal potensi ancaman gangguan akselerasi pekerjaan sudah di depan mata, yakni musim hujan sudah tiba.

Progres pekerjaan jalan nasional di Rawua, Kecamatan Sampar, Konawe belum maksimal. Antrian pengguna jalan di akses alternatif jembatan bailey masih mengular saban hari.

Progres pekerjaan yang masih jauh harapan berdampak pada pengguna jalan. Untuk melintas di akses alternatif, jembatan bailey, pengguna jalan harus rela antri. Antrian pun mengular saban hari. Sistem buka tutup diberlakukan.

Sesuai target awal, jalan nasional itu rampung digarap Desember 2019, namun karena terlambat dalam mobilisasi alat bor dan material oleh rekanan dalam hal ini kontraktor maka sampai saat ini proyek tersebut belum rampung. Hal itu diungkapkan Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) 2.2 Satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Rudi Rachdian.

“Kalau dikatakan lambat, kami akui pekerjaanya memang terlambat, dan keterlambatanya itu karena rekanan juga. Waktu itu terlambatnya karena mobilisasi alat bor dan penyediaan material. Kami sudah berikan sanksi. Rekanan membayar denda keterlambatan perhari dalam proses penyelesaian 90 hari kerja waktu tambahan,”ujar Rudi, akhir pekan lalu kepada Kendari Pos.

Untuk jalan permanen yang dibangun, kata Rudi telah dianggarkan sejak tahun 2019 sekira Rp. 16,8 miliar. Jadi pengerjaannya sejak Oktober 2019 dan harusnya tuntas pada akhir tahun 2019. Tetapi belum juga selesai dan saat ini kontraktornya sudah masuk hitungan denda. Mereka diberi waktu selama 90 hari untuk menyelesaikan.

“Tapi kita juga tidak tahu seperti apa di lapangan. Keinginan kita sih lebih cepat lebih baik. Begitupun pihak kontraktor, sebab makin lama pengerjaanya dendanya pun makin besar. Jadi target penyelesaian di masa denda ini dibatasi 90 hari, sebisa mungkin dikerjakan secepat-cepatnya,” jelas Rudi.

Terkait progres pekerjaan jalan, Rudi belum dapat berkomentar banyak. Sebab masih perlu dihitung lagi di lapangan. Pile cap (matras beton tebal yang bertumpu pada beton atau tumpukan kayu) sudah sekira 25 meter. Dinding yang sudah di cor sekira 25 meter. “Dari 25 meter itu harus selesai sepanjang 125 meter. Tetapi kita optimis, semua pekerjaan rampung sebelum waktu yang diberikan berakhir,”ungkapnya.

Ditanya jika pekerjaan tidak selesai sesuai waktu masa denda, kontraktor dapat diganti ? Rudi mengaku kalau secara ketentuan yang berlaku memang harusnya berganti. “Tapi kalau kita mau langsung berlakukan kontraktor lain akan makan waktu lagi untuk mobilisasi alatnya. Sementara kontraktor yang sekarang, alatnya sudah lengkap semua. Tinggal diberi waktu untuk menyelesaikan. Jadi terkait kelanjutan lagi saya belum berkomentar banyak. Sebab masih perlu dibahas bersama pimpinan apa langkah strategis yang akan dilakukan bila dalam masa denda itu tidak selesai,” tutupnya. (rah/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy