Jalan di Rawua Pohara Tak Kunjung Tuntas, Akhir Maret Kontrak Berakhir – Kendari Pos
Nasional

Jalan di Rawua Pohara Tak Kunjung Tuntas, Akhir Maret Kontrak Berakhir

Progres proyek pekerjaan jalan nasional di Desa Rawua, Kecamatan Sampara, Konawe belum memuaskan. Padahal perpanjangan kontrak proyek akan berakhir Maret ini. Pengguna jalan yang akan melintas di akses alternatif di jembatan bailey harus antri saban hari.

KENDARIPOS.CO.ID — Rekanan proyek jalan nasional di Rawua, Kabupaten Konawe, PT. Rahmat Utama Mulia sepertinya tak benar-benar serius menuntaskan pekerjaan senilai Rp.16,8 miliar itu. Progresnya belum mencapai 80 persen. Padahal akhir Maret ini, target pekerjaan jalan sepanjang 125 meter harus tuntas sesuai waktu 90 hari yang diberikan selama masa denda setelah melanggar kontrak.

Dampak keterlambatan itu, pengguna jalan harus berjejal dalam antrian untuk melintasi jalur alternatif di jembatan bailey. Antrian masih saja masih terjadi. Situasi akan semakin rumit ketika intensitas hujan kian tinggi sehingga menyulitkan akselerasi penuntasan pekerjaan.

Wakil Bupati (Wabup) Konawe Gusli Topan Sabara menilai, kontraktor proyek tersebut tidak maksimal menyelesaikan pembangunan jalan permanen di Desa Rawua. Katanya, seharusnya kontraktor bisa menuntaskan pengerjaan jalan tersebut sesuai waktu yang telah disepakati. Ketua DPC PAN Konawe itu pun meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari segera mendesak rekanan proyek tersebut agar menuntaskan proyek itu.

“Ini bukti bahwa BPJN XXI Kendari tidak becus mengurus jalan nasional di Sultra. Atau bisa jadi, ada kekeliruan dalam proses lelang kontraktor proyek jalan nasional di Sultra. Tata cara lelang proyek di BPJN XXI Kendari harus segera dievaluasi,” ujar Gusli Topan Sabara ditemui di kediamannya, Selasa (10/3).

Desakan serupa juga datang dari legislator Konawe. Wakil Ketua II DPRD Konawe, Rusdianto mengatakan pengerjaan jalan permanen di Desa Rawua masih sangat lambat. Dirinya mengaku, sering melihat proyek serupa di tempat lain, pengerjaannya benar-benar dikebut agar bisa segera dilalui masyarakat.

“Harusnya bisa cepat karena itu terkait jalan umum yang setiap hari dilintasi masyarakat. Saya lihat di Rawua, pekerjaannya tidak terlalu berat-berat amat. Secara teknis, itu pekerjaan yang tidak susah. Tapi kok lama sekali dikerja,” ujar politis mantan pengusaha konstruksi itu di kantor DPRD Konawe, Selasa (10/3).

Ketua DPC PDIP Konawe itu menambahkan dengan kondisi jalan saat ini, warga yang melintasi jalur itu pasti dirugikan. Bukan hanya waktu tempuh yang semakin lama akibat macet, kendaraan yang bobot muatannya besar tidak diperbolehkan melintasi jembatan darurat yang dibangun di lokasi tersebut.

“Jelas mereka rugi sebab ada cost (biaya, red) yang bertambah jika mereka beralih ke jalur alternatif lain. Makanya, BPJN XXI Kendari harusnya bisa memberi penekanan agar percepatan perbaikan jalan. Karena memang, progresnya sangat lambat. Kalau saya bisa katakan, mungkin masih di bawah 30 persen,” sebutnya.

Ditanya mengenai masa kerja kontraktor yang bakal selesai akhir Maret 2020 ini, Rusdianto sedikit enggan mengomentari. Ia hanya menyebut, terkait jasa konstruksi, itu sudah ada aturan mainnya. Katanya, BPJN XXI Kendari seyogyanya menyiapkan langkah penanganan apabila jangka waktu pelaksanaan proyek itu sudah lewat, serta masa dendanya juga sudah berakhir.

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy