Inspirasi La Resi, Berjuang di Tengah Keterbatasan Ekonomi – Kendari Pos
Edukasi

Inspirasi La Resi, Berjuang di Tengah Keterbatasan Ekonomi

Kepala SMK Satria La Resi bersma istrinya, St. Nawal Jaya dan anaknya.

KENDARIPOS.CO.ID — La Resi memang tak lahir dari keluarga bergelimangan harta. Namun, ia gigih mengejar mimpi menjadi guru. Cita-citanya ia jaga dalam doa dan kerja keras. Dengan keterbatasan ekonomi, tak membuat La Resi patah arang. Dibenaknya hanya ingin menjadi guru, ia lantas berjuang agar bisa menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Saat sekolah, guru merupakan sosok yang dihormati dan disegani. Sehingga apa yang dikatakan guru akan selalu dipegang teguh oleh para siswa. Itulah membuatnya tertarik menjadi seorang guru,” ungkap Kepala SMK Satria, La Resi. Ayah dua anak ini, tak mau putus sekolah hanya karena urusan ekonomi. Terlebih, ia terlahir dengan kemampuan intelektual yang melebihi siswa lain. Sejak Sekolah Dasar (SD), ia selalu menduduki peringkat satu di sekolahnya.

Saat masuk perguruan tinggi, pria kelahiran Lambubalano, 31 Desember 1973 ini terkendala biaya. Demi melanjutkan pendidikan di Jurusan Kimia FKIP UHO, ia bekerja serabutan. Kadang menjadi buruh bangunan atau pekerjaan lainnya. Upah yang ia peroleh dengan bekerja, selain dipakai biaya hidup, ia juga sisipkan untuk membayar biaya kuliah.

Demi menghemat pengeluaran, ia selalu berjalan kaki dari tempat tinggal Kelurahan Kemaraya menuju Univesritas Halu Oleo (UHO). Ia berjalan sejak pukul 06.00 Wita. Saat diwisuda tahun 1996, ia selalu mengikuti tes seleksi CPNS, namun gagal karena kuota guru kimia saat itu masih sedikit. Ia lantas kerja menjadi penjaga sebuah kantor di Kemaraya.

Namun, ia tetap mencari pekerjaan lain dan diterima bekerja di salah satu perusahaan sebagai cleaning service. “Saya lumayan lama bekerja sebagai cleaning service. Sebab diberi tempat tinggal di perusahaan. Sembari bekerja di perusahaan, pada tahun 1997 saya juga ikut seleksi dan bekerja sebagai guru pengganti di SMPN 12 Kendari dengan kontrak selama 3 tahun. Kemudian melanjutkan kontrak guru pengganti dengan penempatan SMAN 3 Kendari mulai 2003 sampai 2005. “Jadi saat mengajar, saya juga masih bekerja sebagai cleaning service. Saya bagi waktu. Ini saya lakukan lumayan lama,”terangnya.

Tahun 2004 ia kembali mengikuti seleksi tes CPNS. Ia dinyatakan lulus dan diangkat menjadi PNS pada 1 Februari 2005. Sejak awal pengangkatan itu, ia ditugaskan di SMK Satria sebagai guru Kkimia. Saat itu ia masih bekerja sebagai cleaning service karena lokasinya juga berdekatan.

Tahun 2013, ia dipercayakan menjadi Kepala SMK Satria. Prosesnya melalui pemilihan, bukan berdasarkan penunjukkan atau pengangkatan. “Saat itu saya dipercaya menjadi kepala sekolah dan alhamdulilah masih dipercayakan sampai hari ini. Ini merupakan buah dari kerja keras dan doa. Setidaknya saat ini tidak harus jalan kaki lagi,”ungkapnya.

Ia berharap generasi muda saat ini jangan cepat menyerah agar bisa menggapai cita-cita. Jangan berharap atau bergantung penuh sama orang tua. “Karena dengan kisah -kisah kehidupan yang keras, itu yang membuat kita bisa bertahan sekalipun dalam kondisi mungkin yang orang lain tidak bisa jalani ,”pungkasnya. (rah/b)

Laman: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy