Innalillahi..15 PMI Asal Sultra Meninggal Dunia – Kendari Pos
Metro Kendari

Innalillahi..15 PMI Asal Sultra Meninggal Dunia

KENDARIPOS.CO.ID — Jumlah Pekerja Migrasi Indonesia (PMI) asal Sultra cukup banyak. Sayangnya, tidak sedikit yang bekerja di luar negeri secara ilegal. Padahal keberdaan mereka di luar negeri cukup riskan. Pasalnya, tidak bisa dipantau. Jangan heran, setiap tahun cukup banyak PMI ilegal asal Sultra yang dipulangkan. Bahkan beberapa diantaranya sudah tak bernyawa. Tahun 2019 lalu, sebanyak 15 PMI asal Sultra yang meninggal dunia.

Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan PMI asal Sultra yang bekerja di luar negeri. Di sisi lain, Pemprov melalui Disnakertrans turut berkoordinasi dengan instansi terkait seperti pihak keimigrasian. “PMI maupun TKA tetap dipantau. Sejauh ini, Disnakertrans terus menekan angka PMI ilegal agar masalah tenaga kerja di luar negeri tak terjadi lagi,” ujarnya. Bukan hanya pengawasan kelengkapan berkas kata Lukman, tetapi juga persoalan kesehatan. “Saat inikan banyak wabah yang terjadi, tetapi saya percaya instansi yang diberi kewenangan telah melakukan pengawasan secara terstruktur untuk itu,”jelasnya.

Ilustrasi

Sementara itu, LP3TKI Kendari, M. Syachrul Afriadi mengatakan, banyak PMI di Sultra masih percaya akan calo. Khususnya bagi para PMI dari daerah kepulauan ke daerah Malaysia. Banyaknya Calo di Sultra, menyebabkan pekerja teriming-iming untuk bekerja secara ilegal ke negara lain. Khususnya Malaysia. “Padahal pemerintah menyediakan jasa pemberangkatan PMI atau lebih familiar disebut TKI secara legal,”terangnya.

Saat ini, kewenangan menekan angka ilegal dalam kasus PMI bukan hanya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Tetapi saat ini, dukungan dari pemerintah daerah juga diperlukan. Sebab data PMI ilegal yang meninggal tahun 2019 untuk wilayah Sultra sekira 14 orang dipulangkan. Belum lagi ratusan orang di deportasi. “Ini terus meningkat tiap tahun. tahun 2018 jumlah meninggal hanya sekira 5 orang, tahun 2019 14 orang. Jika tidak ada tindak tegas dari Pemda, kemungkinan para PMI ilegal akan semakin banyak, ” jelasnya. “Kalau secara legal, terjadi sesuatu ditanggung bukan hanya di tanggung perusahaan tempatnya bekerja, tetapi juga ada asuransi serta diberi bantuan pemerintah pusat. Sebab surat-suratnya lengkap. Tetapi kalau yang ilegal, tidak ada tanggungan dari manapun. Paling hanya dibantu pemulangan,” tambahnya. (b/rah)

PMI Ilegal Asal Sultra yang Meninggal
Tahun 2019 15 Orang
Tahun 2018 5 Orang

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy