Ingin Rebut Lahan Disamping Claro, Pemprov Ajukan PK – Kendari Pos
Metro Kendari

Ingin Rebut Lahan Disamping Claro, Pemprov Ajukan PK

KENDARIPOS.CO.ID — Pemprov Sultra masih memiliki keinginan merebut kembali lahan di samping Hotel Claro. Kemenangan penggugat, Usman di Pengadilan Negeri (PN) Kendari beberapa tahun lalu dianggap penuh manipulasi. Pasalnya, sertifikat yang menjadi dasar penggugat mengajukan gugatan ke PN ternyata palsu. Atas dasar itu, Pemprov telah mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Kepala Biro Hukum Setprov Sultra, Kamari SH mengatakan akan melakukan upaya hukum terhadap aset-aset pemerintah yang bermasalah. Upaya ini tak lain untuk menyelematkan lahan pemerintah yang dikuasai pihak lain. Salah satunya mengajukan PK atas lahan samping Hotel Claro.

“Secara resmi, gugatannya telah kita ajukan melalui PN kendari. Dalam gugatan itu, kami meminta MA meninjau kembali putusan hukum atas kasus perdata lahan samping Hotel Claro. Jadi, kita tunggu saja kelanjutannya,” beber mantan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (20/3). Gugatan yang diajukan Pemprov kata Kamari, cukup beralasan. Sebab alas hak menjadi dasar penggugat ternyata palsu. Selain itu, luas lahan yang digugat Usman hanya 1.843 meter persegi. Namun lahan yang dieksekusi lebih dari luas dari objek yang disengketakan.

Lahan kosong yang berada di Jalan By Pass samping Hotel Claro, di manfaatkan beberapa masyarakat sekitar membuka lapak dagang, Kendari, Jumat (20/3).

“Kenapa baru diajukan. Karena kami baru tahu alas dasar yang diajukan penggugat palsu setelah putusan PN incraht. Meskipun gugatan penggugat dikabulkan bukan berarti hak Pemprov atas kepemilikan lahan tersebut gugur. Kok, lahan yang digugat 1.843 meter persegi lantas mau klaim secara keseluruhan,” tandas mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Dumai, Riau ini.

Kepemilikan Pemprov atas lahan ini kata mantan Kabid Materi Menkopolhukam ini, merujuk sertifikat hak pakai nomor 91 tahun 1989. Lahan yang dulunya dinamakan Jalan Seroja memiliki luas 47.242 meter persegi. Untuk itulah, Pemprov akan mengajukan PK ke MA. “Secara yuridis, kami akan berusaha mengembalikan aset-aset Pemprov yang dikuasai pihak lain,” ujarnya. Bagaimana dengan bangunan yang telah berdiri di atasnya? Ia mengaku belum berfikir sejauh itu. Saat ini, pihaknya hanya melakukan upaya hukum untuk penyelamatan aset Pemprov. “Saya belum ingin berandai-andai. Kita hanya mau fokus agar lahan itu kembali. Kalau urusan bangunan atau aset yang ada di atas lahan itu, kita urus nanti,” tandasnya. (b/m6/m1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy