Ijazah S1 Bupati Buteng Asli, Pelapor tak Mampu Tunjukkan Bukti Dugaan Ijazah Palsu – Kendari Pos
Buton Tengah

Ijazah S1 Bupati Buteng Asli, Pelapor tak Mampu Tunjukkan Bukti Dugaan Ijazah Palsu

Samahuddin

KENDARIPOS.CO.ID — Dugaan Bupati Buton Tengah (Buteng), Samahuddin SE menggunakan ijazah strata satu (S1) palsu tertipis. Tuduhan yang dialamatkan kepada Samahuddin dinyatakan tidak berdasar atau tidak benar.

Hal itu berdasarkan hasil penyelidikan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) seperti yang dituturkan Kepala Bagian Administrasi dan Akademik Universitas Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIMIK-LPI) Makassar, Dr.A.Syahrul Makurade, M.Si.

Kata dia, pada proses gelar perkara pihak pelapor tidak memberikan bukti-bukti valid terkait dugaan ijazah palsu yang mereka adukan. “Bukti-bukti yang diberikan itu, hanya tulisan-tulisan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ditambah lagi, pelapor mengatakan hanya beranggapan isu-isu, jadi itu semua tidak benar,” ujar Syahrul saat dihubungi Kendari Pos, Minggu (22/3) kemarin.

Bukan hanya itu, bukti yang pelapor sampaikan pada saat gelar perkara hanya berdasarkan bentuk dokumen hasil print yang seolah-olah dari kampus. Namun tidak dibubuhkan tandatangan dan bukti pengesahan. “Kalau dilihat dari laporannya, dokumennya hanya bentuk print saja. Selain itu tanpa ada tanda tangan atau pun pengesahan dari kampus. Olehnya itu, laporan para pelapor dianggap tidak berdasar,” tegas Syahrul.

Syahrul menambahkan terkait dugaan ijazah palsu yang dialamatkan kepada Bupati Buteng tidak terbukti. Segala admistrasi selama perkuliahan yang diikuti Samahuddin seperti, KHS, KRS dan SK yudisium semuanya ada. “Jadi tuduhan bahwa Bupati Buteng pakai ijazah palsu tidak terbukti. Ijazah Bupati Samahuddin asli,” ujarnya.

Berangkat dari hasil gelar perkara di Polda Sulsel itu, Syahrul akan mengajukan gugatan balik kepada pelapor karena tuduhan yang mereka lontarkan kepada alumninya itu tidak benar. Menurut Syahrul, laporan pelapor sama saja merugikan atau mencederai institusi kampus STIMIK-LPI. “Gugatan balik akan kita lakukan. Tapi setelah tuntas press release (siaran pers) yang akan disampaikan Polda Sulsel,” tutup Syahrul.

Sebelumnya, anggota DPRD Sultra, Fajar Ishak tampil memberi testimoni terkait Samahuddin yang merupakan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM LPI).Fajar Ishak mengaku sebagai adik tingkat Bupati Buteng, Samahuddin saat kuliah.

“Beliau (Samahuddin,red) adalah senior saya. Dua tahun di atas saya. Hanya saja, saya lebih dulu lulus, karena Samahuddin pernah mengambil cuti kuliah. Tapi pada akhirnya dapat menyelesaikan studinya dan meraih gelar sarjana ekonomi,” ujar Fajar Ishak, beberapa waktu lalu.

Politisi Hanura itu menjelaskan bagi mahasiswa yang akan ujian skripsi dan yudisium tidak bisa melaksanakan ujian apabila jumlah jumlah SKS yang diselesaikan mahasiswa bersangkutan belum mencukupi. Sementara Samahuddin menjalani ujian awal (proposal) sampai skripsi. Berarti dia telah memenuhi syarat jumlah SKS. Dan sangat pantas apabila Samahuddin dinyatakan lulus dan berhak menyandang sarjana S1 ekonomi.

“Tahun 2018, alumni STIM LPI Makassar menggelar reuni akbar. Para alumni ini hadir, termasuk Bupati Buteng, Samahuddin. Kehadirannya disambut hangat para kolega dan rekan seangkatannya. Dosen pun juga begitu. Bahkan Samahuddin ditunjuk sebagai pembicara pada reuni tersebut,” jelas Fajar Ishak. (rud/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy