Hanura Terbitkan Dua Surat Tugas di Pilkada Muna, WON : Lima Kursi Kami tak Dihargai – Kendari Pos
Politik

Hanura Terbitkan Dua Surat Tugas di Pilkada Muna, WON : Lima Kursi Kami tak Dihargai

KENDARIPOS.CO.ID — Partai Hanura mengeluarkan dua surat tugas calon Bupati Muna dalam kurun waktu sembilan hari. Setelah lebih dulu merekomendasikan petahana LM. Rusman Emba. Hanura secara mengejutkan kembali menerbitkan surat tugas serupa untuk bakal calon Bupati, Syarifuddin Udu.

LM. Rusman Emba lebih dulu mengantongi surat tugas dengan nomor 72/TPP/DPP-Hanura/III/2020 pada 2 Maret, lalu. Petahana dipasangkan dengan Bahrun Labuta sebagai wakilnya. Setelah itu, surat tugas dengan
nomor 90/TPP/DPP-HANURA/III/2020 kembali diberikan kepada Syarifuddin Udu pada Rabu 11 Maret. Nama Syarifuddin tidak dipaketkan dengan calon wakil. Surat tugas keduanya diteken Ketua Tim Penjaringan Pusat Ferdinand Nainggolan dan Sekretaris Tellie Gozele.

Ketua DPD Hanura Sultra Wa Ode Nurhayati menerangkan, terbitnya dua surat tugas tersebut merupakan hal yang lumrah bagi partai politik. Surat tugas hanyalah instruksi partai kepada figur untuk membangun koalisi. Bahkan bukan saja LM. Rusman Emba dan Syarifuddin Udu, nama LM. Rajiun Tumada berpeluang sama diberikan surat tugas. “Ini kan bukan rekomendasi, melainkan hanya surat tugas,” ujarnya.

Bakal Calon Bupati Syarifuddin Udu (tengah) menerima surat tugas.

Mantan anggota DPR RI itu menguraikan, kedua figur tersebut diberikan waktu membangun komunikasi dengan partai lain untuk mencukupi jumlah minimal enam kursi dukungan. Nantinya, Hanura akan memberi rekomendasi dengan melihat komposisi partai politik di setiap figur. Namun secara internal, WON sapaan karibnya, mengakui jika partainya ingin berkoalisi dengan PDIP dan Gerindra. “Pada prinsipnya, kami mengapresiasi komunikasi setiap figur dengan partai mana pun. Tetapi kalau dari Hanura sedang intens dengan PDIP dan Gerindra,” katanya.

Lebih jauh, WON surat tugas pada SU merupakan kesepakatan yang dibangun dari bawah mulai dari DPC, DPD maupun DPP. SU diusulkan karena memiliki visi misi yang lebih baik dan sejalan dengan visi partai. Sedangkan surat tugas di petahana tidak sesuai komitmen yang dibangun antara partai dan figur. Terutama pada soal nama wakil yang diusulkan Rusman Emba. “Kami menyesalkan etika politik petahana karena 02 itu tidak sesuai nama yang disebut DPC Hanura Muna. Harusnya tim Rusman menghargai lima kursi Hanura. Kalau Syarifuddin Udu memang lahir dari usulan DPC dan DPD,” jelasnya.

Menurut WON, sejak awal tim penjaringan daerah hanya mengusulkan Syarifuddin Udu dan LM. Rajiun Tumada di DPP. Nama Rusman Emba hanya diusulkan oleh TPC Muna dengan catatan posisi wakilnya di tentukan oleh Hanura. Namun petahana justru memaksakan nama Bahrun Labuta ke tim penjaringan pusat. “Makanya misskomunikasi ini kami luruskan di DPP,” terangnya.

Ketua Tim Penjaringan DPC Muna La Irwan menerangkan ada kekeliruan sehingga Hanura mengeluarkan dua surat tugas. Makanya, keluarnya surat tugas kepada SU merupakan hasil ‘perbaikan’ keputusan TPP setelah terjadi miskomunikasi dengan pengurus daerah. Sebelumnya, baik DPC maupun DPD tidak dilibatkan dalam penerbitan surat tugas petahana. Bahkan, ia menyesalkan petahana yang tidak kunjung membangun komunikasi dengan kader di bawah. “Ada yang salah dengan etika berpartai politik dari incumben,” terangnya.

Soal surat tugas SU, mantan anggota DPRD Muna itu menyebut jika belum disertakan nama wakil karena masih akan dibahas dengan partai koalisi. Namun ia memastikan, akam ada kader Hanura yang ikut kontalasi Pilbup mendatang, entah sebagai calon Bupati maupun wakil. “Bisa saja SU atau Rajiun jadi kader Hanura. Atau paling tidak wakilnya dari Hanura,” pungkasnya. (Ode)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy