Gula Pasir Langka di Kolaka Utara – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Gula Pasir Langka di Kolaka Utara

Pembongkaran sejumlah komoditas bahan pangan dari Sulsel pada salah satu lapak dagang di Kota Lasusua.

KENDARIPOS.CO.ID — Secara umum stok komoditas bahan pangan pada sejumlah wilayah di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) masih tersedia dengan harga relatif stabil. Namun, gula pasir saat ini mengalami kelangkaan di sejumlah pasar maupun toko distributor.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan SDA Sekretariat Pemkab Kolut, Hj. Jumriah, menyampaikan kelangkaan gula tidak hanya terjadi di Kolut, kabupaten lain pun demikian. Tidak ada yang bisa dilakukan mengingat kebutuhan itu juga dipasok dari Sulsel dan di daerah distributor juga alami hal serupa. “Kita tidak bisa berbuat apa-apa kalau barang itu didatangkan dari daerah lain. Persediaan tergantung dari distributor, mengingat di Dolog juga tidak menyediakan suplai ke wilayah ini,” tuturnya.

Dalam waktu dekat ini, Pemkab Kolut akan menggelar rapat pengendalian inflasi terkait monopoli harga untuk jenis barang tertentu termasuk gula. Di Lasusua misalnya, kebutuhan ini cenderung lebih mahal ketimbang di Kelurahan Lapai Kecamatan Ngapa. “Produk dari luar itu kebanyakan mandeg di sana dan pedagang dari Lasusua membeli dari Lapai sehingga harganya juga dinaikkan penjual karena telah beberapa kali berpindah tangan,” paparnya.

Adapun stok beras di Kolut dijamin aman untuk kebutuhan di sejumlah wilayah. Pihaknya telah mengecek persediaan itu pada sejumlah distributor yang ada di Kolut dan untuk persediaan beberapa pekan ke depan.

Harga telur di Kolut dijelaskan masih normal, dari Rp 46 ribu per rak di minggu ke III menjadi Rp 45 ribu pada minggu ke empat. Sementara itu untuk minyak goreng kemasan juga normal per liter Rp 16 ribu dan per dua liternya antara Rp 30-32 ribu. “Tepung, mentega termasuk bumbu dapur semua normal,” tuturnya.

Hj. Jumriah juga menyampaikan kebutuhan pokok di Kolut masih umumnya bergantung dari luar, seperti beras, telur dan sayur-mayur. Tentu ada juga yang diproduksi dalam wilayah, namun tidak bisa memenuhi kebutuhan warga Kolut. Untuk bawang merah misalnya, panen lokal hanya mampu menyiapkan 50 kwintal per bulan, cabai rawit 9 kwintal, cabai merah 3 kwintal termasuk tomat hanya 51 kwintal per bulannya. “Tentu ini tak cukup. Alternatifnya, sayur mayur masih bergantung pasokan dari Enrekang (Sulsel),” pungkasnya. (b/rus)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy