Gubernur Sultra Beri Kelonggaran ASN Bekerja di Rumah – Kendari Pos
Metro Kendari

Gubernur Sultra Beri Kelonggaran ASN Bekerja di Rumah

Ali Mazi

KENDARIPOS.CO.ID — Wabah Corona kian meresahkan masyarakat. Daratan Sulawesi kini tak steril lagi dari wabah itu. Sulawesi Utara (Sulut) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi daerah yang dihindari untuk jadwal kunjungan. Gubernur Sultra, Ali Mazi telah mengeluarkan imbauan untuk larangan ASN lingkup Pemprov ke luar daerah. Orang nomor satu di Sultra ini memberikan kelonggaran ASN bekerja di rumah.

“Jadi tidak semuanya diizinkan berkantor di rumah. Kalau memang harus dilakukan di kantor, harus ke kantor. Apalagi yang berhubungan dengan administrasi dan pelayanan. Namun kami tetap mengimbau agar tetap alat keselamatan seperti masker dan mengurangi kontak langsung dengan orang lain,” kata Ali Mazi.

Asisten III Setda Sultra, Zunuriah mengatakan imbauan gubernur akan dibuatkan dalam bentuk surat edaran. Jika dalam surat edaran itu ada poin yang menyatakan ASN dirumahkan untuk sementara, maka pemberlakukan kerja di rumah bisa dilakukan. “Tapi sekarang belum ada surat edarannya terkait ASN kerja di rumah. Jadi tetap masuk kantor,” ujar Zunuriah.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, La Ode Mustari menyatakan masih menunggu keputusan resmi dari pusat terkait libur ASN. “Suratnya belum ada. Makanya, seluruh ASN tetap bekerja sebagaimana mestinya. Tetapi yang kita kurangi, kegiatan yang bersifat berkumpul pada satu tempat seperti seminar dan sebagainya. Untuk pelayanan kantor tetap jalan,” ungkap La Ode Mustari.

Di sisi lain, ia mengaku masih menungguh tindak lanjut instruksi gubernur. Kalau pernyataan gubernur memang sudah ada sebelumnya. Tetapikan ada beberapa hal yang tidak mengharuskan seseorang bekerja di rumah. “Jadi saya kira kita fleksibel saja menyikapi instruksi presiden itu. Yang paling prinsip, hindari kontak dengan orang di daerah terinfeksi. Kalau dikantor, di ruang kerja hanya satu dua orang itukan lebih efektif lagi. Lagipula sarana prasarana lebih lengkap di kantor dibanding rumah. Saya kira fleksibel saja menyikapi itu,” terangnya.

Tapi bila ada instruksi kantor pemerintah diliburkan, Pemprov akan mengikut. “Jadi tentu ada pekerjaan yang sifatnya pelayanan tidak mesti di rumah. Sebab mereka memerlukan kontak langsung kepada masyarakat. Namun sampai saat ini kita menunggu surat resmi dari pusat,”tutupnya. (b/rah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy