Dugaan Ijazah Palsu Bupati Buteng tak Terbukti, Polda Sulsel Hentikan Penyelidikan – Kendari Pos
Nasional

Dugaan Ijazah Palsu Bupati Buteng tak Terbukti, Polda Sulsel Hentikan Penyelidikan

Kombes Ibrahim Tompo
Kabid Humas Polda Sulsel


KENDARIPOS.CO.ID — Dugaan ijazah palsu yang dituduhkan kepada Bupati Buton Tengah (Buteng), Samahuddin, SE tak terbukti. Fakta hukum itu terungkap dalam gelar perkara yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulsel, Senin (23/3).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan penghentian penyelidikanperkara tersebut lantaran tidak cukup bukti. “Bukti yang disampaikan para pelapor tidak menunjukkan bahwa Bupati Buteng menggunakan ijazah palsu,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima Kendari Pos, Senin (23/3).

Kombes Ibrahim Tompo menjelaskan penghentian penyelidikanberdasarkan hasil permintaan keterangan oleh penyidik kepada berbagai pihak. Tentunya dengan melihat data, berkas administrasi dan keterangan dari pihak berkompeten. Termasuk institusi yang berwenang dalam aktivitas kemahasiswaan dan perkuliahan.

Dari hasil pemeriksaan dokumen dan permintaan keterangan berbagai pihak itu diketahui bahwa Bupati Buteng Samahuddin benar-benar asli.

“Ditambah bukti-bukti yang disodorkan para saksi dan itu sangat relevan.Yang bersangkutan (Bupati Buteng) benar melaksanakan kuliah sejak tahun akademik 2003/2004 dan lulus tahun 2011,” ungkap Kombes Ibrahim Tompo.

Kombes Ibrahim Tompo membeberkan fakta lainnya bahwa ijazah strata satu (S1) yang digunakan Bupati Buteng, Samahuddin di keluarkan oleh lembaga kompeten dan diregistrasi administrasi oleh pejabat berwenang serta sah. Dengan demikian penyidik berkesimpulan bahwa terhadap Laporan Polisi Nomor. : LPB/ 439/XI/2019/ SPKT, tanggal 30 November 2019 tentang tindak pidana pemalsuan surat dan/atau menggunakan surat palsu sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHPidana tidak memenuhi unsur.

“Dengan demikian proses penyelidikan terhadap dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Bupati Buteng tidak berdasar. Dan proses penyelidikan resmi dihentikan,” tutup Kombes Ibrahim Tompo.

Sebelumnya Kepala Bagian Administrasi dan Akademik Universitas Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIMIK-LPI) Makassar, Dr.A.Syahrul Makurade, M.Si mengatakan pada proses gelar perkara pihak pelapor tidak memberikan bukti-bukti valid terkait dugaan ijazah palsu yang mereka adukan.

“Bukti-bukti yang diberikan itu, hanya tulisan-tulisan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ditambah lagi, pelapor mengatakan hanya beranggapan isu-isu, jadi itu semua tidak benar,” ujar Syahrul saat dihubungi Kendari Pos.

Bukan hanya itu, bukti yang pelapor sampaikan pada saat gelar perkara hanya berdasarkan bentuk dokumen hasil print yang seolah-olah dari kampus. Namun tidak dibubuhkan tandatangan dan bukti pengesahan. “Kalau dilihat dari laporannya, dokumennya hanya bentuk print saja. Selain itu tanpa ada tanda tangan atau pun pengesahan dari kampus. Olehnya itu, laporan para pelapor dianggap tidak berdasar,” tegas Syahrul.

Syahrul menambahkan terkait dugaan ijazah palsu yang dialamatkan kepada Bupati Buteng tidak terbukti. Segala admistrasi selama perkuliahan yang diikuti Samahuddin seperti, KHS, KRS dan SK yudisium semuanya ada. “Jadi tuduhan bahwa Bupati Buteng pakai ijazah palsu tidak terbukti. Ijazah Bupati Samahuddin asli,” ujarnya.

Dari hasil gelar perkara di Polda Sulsel itu, Syahrul akan mengajukan gugatan balik kepada pelapor karena tuduhan yang mereka lontarkan kepada alumninya itu tidak benar. Menurut Syahrul, laporan pelapor sama saja merugikan atau mencederai institusi kampus STIMIK-LPI. “Gugatan balik akan kita lakukan. Tapi setelah tuntas press release (siaran pers) yang akan disampaikan Polda Sulsel,” tutup Syahrul. (rud/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy