DPRD Sorot Lokasi Karantina 49 TKA, FKPD Sultra Desak Dideportasi – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

DPRD Sorot Lokasi Karantina 49 TKA, FKPD Sultra Desak Dideportasi

KENDARIPOS.CO.ID — 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina kini tengah menjalani proses karantina di kompleks megaindustri tambang di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. 49 WNA itu dikarantina selama dua pekan untuk memastikan terbebas dari paparan Virus Corona Disease (Covid-19). Wakil Ketua DPRD Sultra, Muh. Endang pun menyoroti tindakan karantina 49 TKA itu di tempat yang tidak semestinya. Atas prosedur yang tidak sesuai itu, legislator Demokrat tersebut memandang 49 TKA itu tidak menjalani karantina. “Seharusnya karantina dilakukan di tempat steril seperti apa yang ditunjuk oleh otoritas yang berwenang. Bukan di dalam perusahaan,” ujarnya, Jumat (20/3).

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Konawe dan tim Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Konawe turun langsung ke lokasi karantina, Jumat (20/3) sore. Tim dari dua instansi itu mengecek kondisi kesehatan 49 TKA sekaligus memeriksa penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) karantina yang dilakukan pihak perusahaan tambang. Kepala Dinkes Konawe Mawar Taligana melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, Syahrul mengatakan, 49 TKA terpantau diisolasi di gedung 4 lantai di kawasan PT.Obsidian Stainless Stell (OSS) di Kecamatan Morosi.

Tim kesehatan juga memeriksa suhu tubuh TKA melalui alat thermoscan yang dilakukan oleh pihak medis BLUD RS Konawe yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). “Suhu tubuh ke 49 WNA Tiongkok itu dalam kondisi normal. Rata-rata suhu tubuh mereka 37 derajat celcius. Masih kategori aman. Kalau ada yang diatas 38 derajat celcius, pasti kita lakukan tindakan lebih lanjut,” ujar Syahrul disela-sela pemeriksaan suhu tubuh 49 TKA di lokasi karantina.

WNA asal China saat menjalani pemeriksaan

Syahrul menambahkan, setelah melihat-lihat kondisi gedung isolasi yang disiapkan pihak perusahaan tambang, sebenarnya kondisinya terbilang cukup memadai dan menunjang dari segi kesehatan. Hanya saja, pihak perusahaan perlu memperhatikan aspek kebersihan gedung karantina 49 TKA itu. “Tempatnya bagus karena cukup jauh dari pemukiman masyarakat. Kami berharap, para TKA itu tidak ada yang terindikasi mengidap virus Korona,” ungkapnya.

Sementara itu, staf lapangan PT. OSS, Apriyanto mengakui 49 TKA itu memang datang untuk bekerja di kompleks pertambangan di Kecamatan Morosi. Hanya saja, ia tidak tahu persis di perusahaan mana saja 49 TKA Tiongkok itu akan bekerja. “Apakah di PT.VDNI atau PT. OSS, itu saya belum bisa pastikan. Belum ada informasi dari pimpinan. Tapi, mungkin bisa juga dicek di pihak Imigrasi Kendari,” tuturnya.

Apriyanto merinci, 49 TKA itu sempat cek kesehatan di RS Bhayangkara Kendari saat tiba di Sultra pada Minggu (15/3) malam. Senin (16/3) dinihari sekira pukul 03.00 Wita, mereka dibawa ke lokasi karantina di Kecamatan Morosi. Pemindahan itu dilakukan sesuai anjuran RS Bhayangkara agar 49 TKA itu di tempatkan di ruang yang lebih steril. “Sudah 4 hari mereka dikarantina di sini (PT.OSS). Rencananya, 14 hari proses karantina ini akan dilakukan,” bebernya. Apriyanto menyebut, selama menjalani proses isolasi, ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi oleh para WNA tersebut. Diantaranya, mereka tidak boleh keluar gedung karantina yang ditempati. Suhu badan dicek setiap pagi, siang dan malam hari.

Selain itu, mereka dilarang mengonsumsi obat-obatan tanpa anjuran dari petugas medis. “Makannya pun diantar. Kalau obat, kecuali ada kontaminasi di tubuh TKA itu baru kita siapkan. Tapi kita bersyukur, setelah dicek kondisi kesehatan mereka oleh tim dari Dinkes dan RS Konawe, 49 TKA itu belum ada indikasi gejala yang mengarah ke virus Korona,” tandasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sultra, Sofyan mengatakan 49 TKA asal Cina telah dikarantina. Mereka dikarantina difasilitas yang disiapkan perusahaan tambang. Sofyan juga menunjukkan kartu kewaspadaan TKA. Dengan kartu itu, 49 TKA dalam kondisi sehat, tak terjangkit Covid-19. “Sudah dikarantina. Kami pastikan hal itu setelah kami cek. Besok kami cek kembali ke perusahaan. Hanya saja memang karantinanya di dalam perusahaan. Bukan di ruang yang ditunjuk pemerintah. Sebab, peralatan kita yang belum memadai,”ujar Sofyan.

Sebelumnya, Kedatangan 49 TKA asal Cina, Minggu (15/3) malam menuai penolakan. Massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pembela Demokrasi (FKPD) Sultra menggelar aksi unjur rasa di Kantor Imigrasi Kendari. Mereka menuntut pihak Imigrasi mendeportasi 49 TKA Cina tersebut. Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, La Saharudin mengatakan, jika Imigrasi tidak segera menunaikan tuntutan FKPD Sultra, maka Kepala Imigrasi harus angkat kaki dari Sultra. Menurutnya Imigrasi Kendari melakukan pembiaran masuknnya 49 TKA Cina ke Sultra di tengah kepanikan warga akan wabah virus Korona. “Kami meminta 49 TKA Cina tersebut diusir dari Sultra,” teriak Saharudin dalam aksinya. (adi/ade/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy