DPRD Konawe Sepakati 11 Raperda – Kendari Pos
Konawe

DPRD Konawe Sepakati 11 Raperda

KENDARIPOS.CO.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Konawe terus bekerja menujaskan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi Peraturan Daerah (Perda). Terdapat 13 Raperda yang akan dibahas terdiri dari 7 Raperda Inisiatif Dewan dan 6 Raperda usulan Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe (lihat tabel). Ketua DPRD Konawe, H. Ardin, mengatakan sudah ada pansus terbentuk yang bekerja dalam pembahasan semua Raperda. “Teman-teman di dewan akan bekerja ekstra menuntaskan Raperda menjadi Perda. Semoga semua berjalan lancar,” katanya.

Wakil ketua I DPRD Konawe, Kadek Rai Sudiani (kanan)
saat menerima draft usulan Raperda pemkab Konawe yang
diserahkan oleh Sekab Konawe Ferdinand Sapan (kiri)

Berdasarkan data yang ada, dari 13 yang dibahas hanya 11 Raperda yang disetujui untuk dilanjutkan. Sementara dua Raperda, pertama tentang Perubahan Pertama Perda nomor 9 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Konawe, lalu kedua Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) nomor 6 tentang Pembentukan, Pendefinitipan, Penggabungan dan Penghapusan Desa dalam Wilayah Konawe, tidak dapat ditindak lanjuti karena alasan teknis.

Anggota DPRD yang hadir saat Rapat Peripura di Gedung Parlemen
Konawe.

Hal ini pun telah mendapat persetujuan dari lima Fraksi di DPRD Konawe, yaitu Fraksi Konawe Gemilang, Fraksi Demokrat, Fraksi Gerindra, Fraksi Bulan Bintang dan Fraksi PDI Perjuangan. Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Konawe, Hermanysah Pagala mengatakan, jika Pansus hanya akan menindaklanjuti 11 Raperda tahun ini. “Khusus untuk dua Raperda tersebut, tahapan teknis administrasi tidak terpenuhi,” ujar Hermansyah. Juru Bicara Fraksi Gerindra tersebut menegaskan, Pemda Konawe dalam mengajukan Raperda harus memperhatikan aspek hukum sesuai Raperda yang diajukan, dengan tetap mencermatik semua aturan yang berlaku. “Makanya untuk saat ini hanya 11 saja yang akan kita bahas,” terangnya.

Suasana rapat Pansus membahas 13 Raperda
yang akan ditetapkan menjadi Perda.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Konawe, Kadek Ray Sudiani, mengatakan mendorong pembahasan Raperda tersebut dan mengupayakan agar dalam pembahasannya selalu konsisten pada tujuan awal dibentuknya Raperda dimaksud, sehingga akan menghasilkan produk hukum yang menjadi solusi atas kepastian hukum di Kabupaten Konawe. “Penentuan Raperda tahun 2020 telah melalui skala prioritas pembentukan, yaitu perintah peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi,” katanya.

Disinggung lebih lanjut apakah DPRD bisa menyelesaikan seluruh Raperda tersebut dalam kurun waktu setahun. Wawan mengaku cukup optimis untuk bisa menjalankannya. “Tidak ada yang mustahil asal kita mau berusaha. Namun disini juga butuh sinergi dengan Pemda dan OPD terkait. Kalau itu berjalan baik, maka semuanya bisa selesai tepat waktu,”paparnya. Ia menambahkan dalam pembahasan 13 Raperda terbagi menjadi tiga Pansus dengan melibatkan masing-masing dinas terkait. “Ya kalau memang dalam pembahasan ada yang dianggap bermasalah, maka Pansus berhak untuk mencoret Raperda tersebut,” tutupnya. (ade/imn)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy