Disinyalir Ada “Mafia” Bermain di Pilkades Lamoare Bombana – Kendari Pos
Hukum & Kriminal

Disinyalir Ada “Mafia” Bermain di Pilkades Lamoare Bombana

KENDARIPOS.CO.ID — Hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Antar Waktu Lamoare, Kecamatan Poleang Tanggara, Kabupaten Bombana, menuai kontroversi. Kendati telah ditetapkan pemenang namun Pemkab Bombana urung melakukan pelantikan. Sebab Pilkades digelar di dua TPS berbeda, jumlah pemilih berbeda dan pemenang berbeda. Adalah Albar Dohang, Calon Kades Lamoara memenangkan pemungutan suara di TPS Balai Desa setempat. Rivalnya Aswar memenangkan pemilihan di TPS lain yang dibangun diduga tanpa dasar hukum. Disinyalir ada “mafia” bermain di Pilkades Lamoare.

Kuasa Hukum Calon Kades Albar Dohang, Suratman Hamid, SH mendorong Pemkab segera melantik Albar sebagai Kades terpilih karena proses pemilihan sesuai tahapan. Jadi tak ada alasan buat pemkab tak melantik. Suratman menyoroti adanya TPS lain yang dibangun di luar Balai Desa Lamoare. Ia menduga TPS itu dibangun untuk memenangkan calon tertentu. Apalagi proses penetapan calon pemilih tidak sesuai dengan tahapan yang diatur melalui peraturan bupati Bombana nomor 35 tahun 2018 tentang Pilkades Antar Waktu melalui Musyawarah Desa. Termasuk tak merujuk keputusan Bupati Bombana nomor 545 tahun 2019 tentang jadwal tahapan pelaksanaan Pilkades antar waktu melalui Musyawarah Desa tahun 2019.

Kasus ini telah sampai ke DPRD Bombana. Namun, hasil hearing DPRD, yang merekomendasikan bupati untuk melantik Aswar melanggar aturan dan tidak berdasar. Sebab saat heraing di DPRD 2 Maret lalu, pihak yang diundang hanya sepihak. Bahkan disinyalir digelar secara mendadak. “Harusnya hearing diundang kedua bela pihak. Terutama ketua panitia Pilkades dan ketua BPD yang lama, yang tahu proses jalannya pemilihan,” ujarnya.

Katanya, yang menanggap Aswar sebagai pemenang dengan 29 pemilih, itu hanya DPRD saja. Sedangkan pemilihan yang memenangkan Albar dengan 11 pemilih, itu berdasarkan keputusan ketua badan permusyawaratan desa (BPD) dan sesuai tahapan Pilkades. Apalagi 11 pemilih itu melakukan pendaftaran sesuai mekanisme dengan menyetorkan syarat surat keputusan sebagai perangkat desa yang punya hak suara,” bebernya. Ia mempertanyakan mengapa kliennya tiba-tiba terdaftar sebagai Calon Kades di TPS lain sedangkan tak pernah mendaftar. Pilkades itu digelar karena saat ini Kades dijabat oleh Syamsul dengan status Pj Kades. Ia menggantikan Sulastion yang lulus seleksi CPNS. (b/m1)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy