Derita Putri : Didera Hidrosefalus dan Infeksi Saluran Pernapasan, Tak Punya BPJS Urung Dioperasi – Kendari Pos
HEADLINE NEWS

Derita Putri : Didera Hidrosefalus dan Infeksi Saluran Pernapasan, Tak Punya BPJS Urung Dioperasi

KENDARIPOS.CO.ID — Tubuh mungil Putri terbaring lemah. Ruang geraknya terbatas. Ukuran kepalanya yang membesar membuat Putri sulit bergerak. Putri yang kini rawat ibunya seorang diri menunggu waktu operasi yang masih terganjal proses administrasi. Putri tak punya kartu BPJS Kesehatan

YULI, Kendari

Putri hanya bis aberbaring. Di sebuah kamar indekos di Lorong Kencana, depan kampus UHO. Di kamar itu, Putri dan ibunya, Ningsi Sarmila (21) menumpang tinggal selama masa rawat jalan di RS Bahteramas. Diusia satu tahun enam bulan, Putri harus menderita. Penyakit yang diidapnya sangat berat. Putri didiagnosa menghidap Hidrosefalus atau dalam bahasa medis dikenal dengan Hydrochepalus. Putri juga diketahui menderita infeksi saluran pernafasan bawah. Bayi perempuan ini awalnya terlahir normal. Saat berusia tiga bulan, muncul benjolan di kepalanya. Sang ibu, Ningsi tidak menyadari dan terlambat melakukan tindakan penanganan sebagaimana seharusnya.

Waktu terus berjalan, dimensi kepala Putri pun kian membesar. Ningsi menuturkan, saat usia enam bulan, kepala anaknya kian membesar. Belakangan diketahui Ningsi jika Putri mengidap Hidrosefalus atau dalam bahasa medis dikenal dengan Hydrochepalus. Sebuah kondisi di mana rongga otak dipenuhi cairan serebrospinal. Menyebabkan otak dan tengkorak membengkak sehingga kepala bayi membesar. Sejak itu, kehidupan Putri berubah. Kepalanya membesar dengan cepat. Bola matanya hanya bisa melihat ke bawah karena otot-otot kepalanya ikut mempengaruhi. Putri sering kejang dan rewel. Ia juga kesulitan makan dan minum. Makanan ditelan tanpa dikunyah. Untuk minum pun harus dengan bantuan dot. Sangat memprihatinkan melihat anak sekecil itu harus menahan sakit yang teramat sangat.

Kondisi Putri, bayi penderita hidrosefalus dan infeksi saluran pernapasan bawah. Hingga kini Putri belum dioperasi.

Dalam sehari, Putri hanya bisa tidur maksimal 5 jam. Ningsi yang kini menjadi single parent bagi Putri, mengaku menyesal terlambat mengetahui keadaan putrinya. “Saya merasa bersalah karena baru tahu dia sakit parah di usia enam bulan waktu kepalanya mulai membesar. Kata dokter, Putri menderita hidrosefalus,” ujar Ningsi saat ditemui Kendari Pos, Selasa (17/3). Minimnya informasi dari pihak rumah sakit kepada keluarga saat pemeriksaan pertama, serta kondisi ekonomi, menyebabkan penanganan terlambat dilakukan. Ningsi mengaku tidak tahu jika penyakit yang diderita anaknya sangat berbahaya. Keluarga awalnya hanya melakukan pengobatan tradisional.Biaya perawatan Putri selama ini mengandalkan bantuan dari orang tua Ningsi (nenek Putri) yang hanya seorang petani kecil di Desa Kontumere, Kecamatan Kabawo, Muna.

Laman: 1 2 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy