Debitur Harus Paham Mekanisme Pengajuan Kelonggaran Kredit – Kendari Pos
Ekonomi & Bisnis

Debitur Harus Paham Mekanisme Pengajuan Kelonggaran Kredit

Suasana teleconference bersama awak media, OJK Sultra, dan Industri Jasa Keuangan, Senin (30/3).

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu mengumumkan kebijakan kelonggaran kredit bagi masyarakat terdampak penyebaran Covid-19. Kebijakan tersebut tertuang dalam POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical.

Namun, sejak diumumkan, banyak masyarakat baik debitur perbankan maupun perusahaan pembiayaan yang salah tafsir tentang keringanan kredit yang dimaksud. Kepala OJK Sulawesi Tenggara (Sultra), Mohammad Fredly Nasution mengungkapkan, hingga Senin (30/3), pihaknya telah menerima delapan pengaduan yang salah satunya meminta OJK memfasilitasi pengajuan restrukturisasi kredit.

“Ternyata ada beberapa yang salah paham dan belum memahami mekanisme pengajuan restrukturisasi. Kami meminta industri keuangan agar membantu mengedukasi masyarakat mengenai penerapan POJK 11 ini,” ujarnya, kemarin (30/1).

Ia juga meminta perbankan maupun pembiayaan untuk memastikan komunikasi dengan debitur bisa lebih mudah. Sebab, tidak semua debitur memiliki karakteristik yang sama. Selain itu, OJK juga menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan kebijakan restrukturiasasi kredit. Hal tersebut untuk menjaga keberlangsungan industri jasa keuangan.

“Uang yang di kreditkan oleh perbankan ke debitur adalah uang masyarakat yang sewaktu-waktu harus dikembalikan. Karenanya, perbankan harus menjaga kesehatan likuiditasnya agar kepercayaan masyarakat juga tetap terjaga,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Samratulangi Kendari, Edi Muthalib mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti POJK 11 dengan aktif mengeluarkan pengumuman resmi kepada para nasabah untuk segera melakukan pelaporan baik secara langsung ataupun memanfaatkan saluran e-mail, telepon seluler, dan whatsapp.

“Kami sudah menerima banyak pengaduan dari nasabah. Namun kami tekankan bahwa tidak semua debitur bisa mendapatkan perlakuan khusus dari POJK. Keringanan kredit hanya akan dinerikan kepada debitur yang benar-benar terdampak,” ujar Edi melalui teleconference bersama awak media, OJK, dan Industri Jasa Keuangan, Senin (30/3).

Dalam penerapannya, kata dia, BRI Cabang Samratulangi Kendari mengacu pada prosedur yang diturunkan kantor pusat dengan tetap merujuk pada aturan OJK. Para debitur diharapkan memahami bahwa yang berhak mendapatkan kebijakan adalah mereka yang benar-benar mengalami perlambatan usaha sehingga cashflow (arus kas) nya menurun.
Selain itu, instrumen lain yang digunkan yakni apabila debitur bersifat koperatif selama proses pengajuan berlangsung.

“Usaha mereka juga harus bemar-benar masih berjalan. Untuk memastikannya, kami akan lakukan survei langsung di lapangan guna melihat kondisi usaha debitur. Apakah debitur berhak mendapatkan kebijakan restrukturisasi kredit atau tidak, keputusannya akan keluar paling cepat satu minggu,” terangnya.

Pemimpin BNI Cabang Kendari, Muzakkir mengatakan, pihaknya juga sudah menerima beberapa pengaduan di mana sektor dominan di antaranya berasal dari perhotelan dan perdagangan. Ia menegaskan bahwa proses restrukturisasi kredit tidaklah sulit asalkan debitur turut proaktif. “Ini prosesnya gampang. Debitur hanya perlu melakukan negosiasi dengan pihak bank. Kalau dalam kondisi saat ini tidak bisa duduk bersama (bertatap muka), banyak cara yang bisa dilakukan yaitu lewat e-mail, telvon, dan lain-lain tergantung orangnya. Urusan administrasinya juga hal yang gampang. Intinya nego,” ujarnya.

Pimpinan BNI Syariah Cabang Kendari, Muhammad Hatta menyebutkan, sudah ada sekitar delapan debitur yang mengajukan permohonan pelonggaran pembayaran kredit. Dalam pemberlakuan kebijakan restrukturisasi, ia menegaskan bahwa tidak semua debitur bisa mendapatkan perlakuan khusus dari POJK 11.

“Jadi bukan penundaan sebenarnya, melainkan kelonggaran. Kalau nasabahnya mampu, utang itu harus dibayar. Jangan disamaratakan bahwa semua ditunda setahun. Kalau nasabahnya cukup mampu maka tidak dilakukan restrukturisasi. Semoga masyarakat bisa memahami hal ini,” tuturnya.

Kepala Bagian Pemasaran Kredit Kantor Pusat Bank Sultra Dino Morlan Gobriyas mengungkapkan, sejauh ini baru ada satu nasabah dari Kabupaten Kolaka yang mengajukan permohonan. Adapun kebijakan restrukturisasi yang ditetapkan meliputi pemberian credit period, penundaan pembayaran pokok hingga satu tahun, penurunan suku bunga, serta perpanjangan jangka waktu kredit. “Kami sudah tetapkan kriteria debitur mana saja yang layak dan tidak layak mendapatkan kelonggaran kredit,” ujarnya.

Dari lembaga pembiayaan, Pimpinan Adira Finance Kendari, Komang Bagia Astwa menjelaskan ada dua kebijakan yang ditempuh Adira yakni perpanjangan jangka waktu kredit dan penundaan sebagian pembayaran. Adapun dalam menetapkan debitur yang berhak mendapat kelonggaran, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama, harus debitur yang terkena dampak Covid-19. Kedua, nasabah masih memegang jaminan.

“Sebagai contoh, dia mempunyai kendaraan bermotor dan unitnya masih ada ada debitur atau belum dipindahtangankan” ujarnya. Ketiga, tidak memiliki tunggakan sebelum ketentuan POJK 11 diterbitkan. Terakhir, sektor yang mendapat kelonggaran yakni sektor informal serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Untuk mendapatkan fasilitas kelonggaran, debitur Adira bisa mendatangi langsung kantor Adira atau menghubungi lewat saluran lain yang tersedia. Adira akan melakukan survei kepada nasabah yang melakukan pengajuan. “Apakah pengajuan diterima atau tidak, akan diputuskan berdasarkan hasil survei. Jika pengajuan tidak disetujui, maka kewajiban nasabah untuk melunasi kredit sesuai dengan tanggal jatuh tempo,” paparnya. (b/uli)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy