Dampak Pembangunan Jembatan Muna-Buton, Ekonomi Produktif Lahir di Hilir – Kendari Pos
Sulawesi Tenggara

Dampak Pembangunan Jembatan Muna-Buton, Ekonomi Produktif Lahir di Hilir

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana pembangunan Jembatan Baruta tengah dinantikan masyarakat Pulau Muna dan Buton. Jembatan sekira 800 meter itu menghubungkan daratan yang masuk di wilayah administrasi Kabupaten Buton Tengah dan Kelurahan Palabusa, Kota Baubau (daratan Buton). Jembatan Baruta yang diproyeksi mulai dibangun tahun 2021 itu diyakini memberi dampak yang tidak sedikit. Sebut saja, distribusi barang dan jasa akan lebih cepat dan praktis. Diprediksi waktu yang dibutuhkan tak sampai 30 menit antara Pulau Muna dan Buton, ketimbang menggunakan moda transportasi laut yang dimungkinkan butuh sekira satu jam.

Pengamat Ekonomi Sultra, Dr. Syamsir Nur mengatakan ada dua kemungkinan dampak positif dari pembangunan Jembatan Baruta. Pertama, konektivitas ekonomi antar pulau akan terbangun yang berimplikasi pada pemangkasan biaya dan peningkatan mobilitas potensi ekonomi Buton dan Muna. Kedua, akan ada nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan daerah. “Perputaran uang di kedua wilayah tersebut akan meningkat. Katakanlah yang selama ini hanya Rp 1.000, maka dengan adanya jembatan Baruta akan meningkat menjadi Rp 1.200,” ujar Dr.Syamsir Nur kepada Kendari Pos, Rabu (18/3).

Di sektor hilir diyakini akan melahirkan ekonomi produktif yang menstimulasi tumbuhnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, kinerja ekonomi makro juga akan tumbuh positif. Muna dan Buton, kata dia, merupakan dua daerah yang memiliki sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai basis ekonominya. “Muna kita harapkan bisa menjadi sentra produksi daging sapi. Di Muna juga kita harapkan nanti ada industri pakan ternak. Sementara di Buton, sektor pertanian akan tumbuh. Termasuk hasil laut seperti ikan dan rumput laut,” imbuh Dr.Syamsir Nur.

Selanjutnya, usaha-usaha ikutan (turunan) yang basis utamanya pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan juga akan tumbuh. Lahirnya usaha-usaha ikutan ini, akan menambah pendapatan masyarakat. Selama ini, lanjutnya, beberapa indikator ekonomi makro di dua daerah tersebut masih relatif kurang menggembirakan. Termasuk daerah lainnya di Sultra yang umumnya berupa kepulauan.

“Di Muna Barat, persentase angka kemiskinan masih tinggi. Di Buton, indeks pembangunan manusia (IPM) nya masih rendah. Komposit pembentuk IPM selain pendidikan dan kesehatan juga pendapatan per kapita. Umumnya IPM yang rendah terjadi di pulau-pulau termasuk Buton dan Muna. Nah, melalui pembangunan jembatan Baruta, paling tidak menjadi alternatif untuk mengurai permasalahan ekonomi di daerah pulau itu,” argumen Dr.Syamsir Nur.

Laman: 1 2 3 4

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berita Terbaru Lainnya

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy